Kamis, 24 November 2016

PASIEN LOLOS

     Harry dan Jacob adalah 2 sahabat yang sangat akrab. Di sekolah pun mereka juga sangat terkenal. Pada suatu malam saat masing-masing orang tua mereka dalam perjalanan pulang dari Singapura, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Masing-masing kedua orang tua mereka pun dinyatakan hilang. Hal tersebut membuat Harry dan Jacob merasa begitu terpukul. Mereka tidak terima bila orang tua mereka dinyatakan hilang dalam kecelakaan tersebut. Bahkan mereka juga menganggap bahwa berita kecelakaan pesawat tersebut hanya sebuah isu belaka. Namun karena banyak pihak yang menyatakan pernyataan bahwa kecelakaan itu benar-benar terjadi, akhirnya mereka hanya tinggal bersama dengan satu pembantu mereka. Lagi pula mereka berdua adalah anak tunggal. Memiliki kerabat pun juga berada jauh di luar negeri. Karena kejadian itu pula, mereka diperkenankan untuk tidak memasuki sekolah selama seminggu.

     Setelah seminggu, mereka pun masuk ke sekolah dengan diantarkan oleh masing-masing pembantu mereka dengan sepeda motor. Sesampainya di sekolah, mereka sama sekali tidak konsentrasi selama pelajaran berlangsung. Mereka terus menerus dihantui pemikiran tentang kecelakaan tersebut. Saat jam istirahat pun mereka selalu terbayang-bayang orang tua mereka yang sedang berdiri di sudut-sudut kelas. Satu bulan berlalu dan mereka tetap tidak percaya dengan apa yang menimpa orang tua mereka. Pada akhirnya mereka mengalami insomnia, tidak mood makan, malas belajar, bahkan mereka berani melukai diri mereka sendiri dengan mengiris tangan dan kaki mereka. Karena banyak luka yang mereka buat, mereka pun selalu mengenakan jaket untuk menutupi luka-luka mereka, agar tidak dicurigai orang.

     Hingga pada suatu malam, Jacob mengajak pembantunya Bi Ijah untuk bertamu ke rumah Harry. Bi Ijah pun mengantarkannya dengan senang hati, karena sudah lama semenjak peristiwa itu Jacob tidak pernah bersosialisai lagi dengan orang-orang di sekitar. Setibanya di rumah Harry, Bi Marni dan Bi Ijah berbincang-bincang di ruang tamu. Sedangkan Harry dan Jacob mengutak-atik sesuatu di dapur. Kemudian tiba-tiba lampu rumah Harry padam dan saat itu pula rencana mereka dipraktekkan. Jacob membungkam mulut Bi Ijah dan Bi Marni dengan serbet yang telah di beri obat bius. Sementara Harry, ia mengikat Bi Ijah dan Bi Marni yang telah pingsan. Beberapa saat kemudian, Bi Ijah dan Bi Marni pun bangun dan saat itu pula Harry dan Jacob melaksanakan rencana mereka berikutnya.

     Harry memotong tubuh Bi Marni dan Bi Ijah dengan pisau daging menjadi beberapa bagian. Sementara itu Jacob bertugas untuk memasak daging tersebut menjadi semur dan steak. Mereka memberikan berbagai macam bumbu dan setelah masakan tersebut jadi, mereka memakannya dan menyisakan beberapa porsi untuk dijadikan makanan catering teman-teman mereka di sekolah. Keesokan harinya saat jam istirahat makan siang, mereka berdua membagikan makanan yang sudah mereka buat malam itu. Menurut teman-teman mereka rasa daging yang mereka masak itu sangat enak dan bumbunya juga sangat meresap.

     Namun, pada saat itu ada salah satu teman mereka yang merasakan keanehan dalam daging yang ada di makanan tersebut. Karena orang tuanya adalah seorang dokter, ia pun menyisakan sepotong daging untuk di periksa. Setelah diperiksa ternyata daging itu adalah daging manusia. Kemudian keluarga anak tersebut pun melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib. Setelah itu Harry dan Jacob pun ditangkap polisi dan diselidiki. Kejadian ini pun sampai terdengar pihak wartawan dan memunculkan tanda tanya apakah itu sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh anak di bawah umur.

     Saat polisi di wawancarai pun, ternyata kedua anak tersebut adalah 2 pasien rumah sakit jiwa yang lolos dari rumah sakit beberapa bulan yang lalu. Mereka adalah tunawisma yang tampaknya disiksa oleh orang tua mereka hingga kejiwaan mereka terganggu. Mereka juga sebenarnya memiliki orang tua, namun orang tua mereka meninggal beberapa tahun yang lalu. Kabarnya, mereka memasuki dua rumah warga di sebuah perumahan dan membunuh seluruh penghuni  rumah tersebut dan memasak daging mereka. Luka-luka irisan yang ada di kaki dan tangan mereka memang sudah ada sebelum mereka di masukkan ke dalam rumah sakit jiwa, dan diperkirakan bahwa luka itu berasal dari orang tua mereka yang menyiksa mereka dulu.


    
    

DUKA DI HARI JUMAT

Jumat, 18 November 2016 berita duka kembali menghampiri keluarga besar Yayasan  TNH. Salah satu siswa kelas 9 SMP TNH, Jefri Jenio Gianto mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Empunala. Kejadian ini terjadi saat korban berusaha untuk mendahului sepeda motor yang ada didepannya, lalu secara tiba-tiba ada seorang pejalan kaki yang muncul, korban yang panik langsung mencoba untuk menghindari pejalan kaki dengan cara melompat dari sepeda motornya. korban pun terjatuh dengan luka di kepala, dan kemudian terseret mobil yang sedang melaju dibelakangnnya sampai jarak 10 meter dari tempat jatuhnya korban. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, tapi karena parahnnya luka, korban dinyatakan meninggal sebelum memasuki rumah sakit. parahnya luka yang terjadi pada korban dikarenakan korban menaiki sepeda motor dengan kecepatan kencang tanpa menggunakan helm.

Keesokan harinya rombongan dari siswa-siswi TNH mendatangi rumah duka untuk mengikuti upacara tutup peti. Lalu pada hari Minggu 20 November 2016, diadakan upacara pemakaman di Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Rombongan siswa dan guru berangkat menggunakan bis, dan ada juga yang menggunakan mobil pribadi. Keluarga, kerabat, guru, dan sanak saudara merasa sangat kehilangan, karena Jefri adalah siswa yang humoris, dan baik hati.

Rabu, 23 November 2016

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1

Ulangan Akhir Semester 1, SMP Taruna Nusa Harapan akan dilaksanakan pada hari Senin, 28 November 2016 sampai pada hari Senin, 5 November 2016. UAS 1 ini akan dilaksanakan pada pukul 07.30. Walau begitu, para siswa diminta untuk datang di sekolah pada pukul 07.00.

Sama seperti UAS maupun UTS sebelumnya, para murid akan dibagi di kelas-kelas sama rata, mulai kelas 7,8 dan 9, sesuai dengan nomor urut absensi di kelas.

Seluruh warga SMP TNH berharap bahwa UAS kali ini dapat berlangsung dengan lancar

Kamis, 17 November 2016

DIARY

      Pagi ini, banyak sekali orang-orang yang mengerubungi sebuah rumah yang ada di depan rumahku. Rumah itu juga digarisi oleh garis polisi dan kata ibu-ibu tukang gosip di perumahan ini, di rumah itu terjadi tragedi bunuh diri massal. Satu keluarga yang beranggotakan 5 orang  dan 3 orang pembantu itu melakukan bunuh diri sekitar 2 hari yang lalu. Ketiga anak mereka melakukan gantung diri di kamar, suami dan istri menusuk leher mereka, dan 3 pembantu mereka mengalami luka dalam yang cukup parah. Namun karena tidak ada penanganan selama 2 hari, mereka pun meninggal. Belum diketahui juga apa penyebab semua penghuni rumah ini melakukan bunuh diri karena apa.

     Mereka diketahui meninggal setelah ada seorang warga yang bertamu di rumah mereka dan mencium aroma busuk layaknya bangkai. Kemudian saat orang tersebut masuk ke rumah itu, ia melihat kejadian mengerikan tersebut. Orang itu pun akhirnya melapor ke polisi setempat. Aku pun mulai berangkat ke sekolah dengan sepedaku.

 "Baiklah anak-anak, hari ini kelas kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu.", ucap Bu Eliza. 
     
"Perkenalkan nama saya Florencia Anggraini. Saya tinggal di perumahan Akhasita Home. Sekian", jelasnya.

"Hmm, satu perumahan nih. Mungkin aku juga tetanggaan sama dia.",benakku.

     Tiba-tiba ada seorang murid yang kejang-kejang setelah perkenalan itu. Bu Eliza segera memerintahkan ketua kelas untuk memanggil tim medis sekolah. Kemudian murid tersebut di bawa ke ruang UKS dan diperiksa oleh penjaga UKS. Namun anehnya suasana kelas berubah menjadi suram.

"Aneh ya, kok dia tiba-tiba kejang-kejang gitu sih? Perasaan dia nggak punya riwayat penyakit apa-apa deh. Serem banget sih, jangan-jangan dia kesurupan lagi ? Duh kok kelasnya jadi suram gini sih?", bisik setiap murid.

     Perasaan takut pun mulai menghantui semua penghuni kelas. Bulu kudukku mulai berdiri, semakin lama suasana kelas semakin suram. Namun, pelajaran tetap berlanjut. Anak baru itu juga duduk di sebelahku dan membuat suasana makin menyeramkan karena penampilan rambutnya yang panjang setengah punggung dan berponi hingga menutupi matanya. Yah... memang tidak ada peraturan mengenai tata rambut di sekolah ini, tapi menurutku ini terlalu berlebihan. Tiba-tiba tercium bau busuk yang menyengat seperti bau bangkai yang telah membusuk. Semakin lama bau itu juga semakin menyengat. Para murid mulai membicarakan bau busuk layaknya bangkai ini.  

     Kemudian secara tiba-tiba listrik padam dan turun hujan lebat disertai angin kencang, disertai kilat dan langit yang begitu gelap.  Sontak semua murid terkejut dan mulai ketakutan. Bu Eliza pun berusaha menenangkan semua murid. Beberapa murid pun menyalakan senter HP mereka untuk menerangi kelas yang gelap ini. Bu Eliza pun menyuruh ketua kelas untuk keluar dan memeriksa kelas yang lainnya. Anehnya semua ruang kelas kosong dan gelap. Hanya ada lampu di pojok lorong yang menyala namun sempat padam dan menyala beberapa kali.

     Tiba-tiba, para siswi di bagian belakang berteriak menjerit-jerit seperti tercekik. Lampu senter HP semua siswa juga tiba-tiba padam dan tidak bisa di nyalakan kembali. Beberapa menit kemudian lampu kelas menyala dan semua HP para siswa juga bisa dinyalakan. Saat semua pandangan mengarah ke belakang, semua siswi yang menjerit-jerit di belakang tadi tergeletak di lantai dengan darah yang berceceran. 

     Semua murid pun berlari ke pintu kelas untuk keluar. Namun, pintu itu terkunci dan siswi baru itu pun juga tidak ada di tempat duduknya. Lalu tiba-tiba lampu kembali padam dan tak ada satupun sumber cahaya yang dapat digunakan. Kemudian terdengar suara kuku yang menggaruk tembok, terdengar suara langkah kaki, dan tiba-tiba terdengar suara cucuran air yang menyembur deras. 

     Beberapa menit kemudian lampu kembali menyala. Tubuhku tidak dapat merasakan apapun  dan aku merasa sangat kedinginan. Dan ternyata suara cucuran yang kukira suara air itu ternyata adalah suara darah yang menyembur dari tubuh murid-murid  dan Bu Eliza. Dan saat itu pula aku tahu bahwa anak baru itu adalah penghuni rumah itu yang ingin melakukan sebuah ritual. Semua korban dimakamkan secara bersamaan pada hari itu dan setelah kejadian itu pula, sekolah ditutup selama 1 bulan. 

"Tunggu sebentar, kalau memang ini buku diary milik Karyn, bagaimana bisa ia menulis hingga semua kejadian itu hingga selesai ? Pastinya kan dia sudah meningal sebelum menyelesaikan diarynya", tanya Niken.

"Entahlah. Eh, kok aku jadi merinding gini ya. Mana kita baca diarynya pas di makamnya Karyn lagi.",ucap Reni

"Karena aku yang menulis diary itu.".

"Ahhhh",teriak Niken dan Reni.

     Setelah itu pembunuhan berantai terus berlanjut. Entah sampai kapan pembunuhan itu akan berlangsung, mungkin pembunuhan itu tidak akan berhenti hingga sang tokoh utama menyelesaikan proyeknya.

     TAMAT

    
    
    

Kacamata

Dibuat oleh Ikeishia Trixie

     Hi, semuanya namaku adalah Yana. Aku termasuk anak yang pendiam dan tidak mempunyai banyak teman. Sebenarnya, aku lumayan pintar, sih. Aku itu cukup tinggi, kurus, dan memakai kacamata. Suatu hari, kacamataku pecah, karena terjatuh dari mejaku. Akupun memutuskan untuk membeli kacamata. Aku pun mencari beberapa toko yang menjual kacamata.
     Lalu, sampailah aku di suatu toko yang menjual kacamata. Tokonya cukup kecil dan sangat sepi. Lalu, aku mulai memilih kacamata. Tiba-tiba penjualnya menyarankan sebuah kacamata yang berwarna ungu dan lucu. Aku merasa agak bingung tetapi akhirnya aku membeli kacamata tersebut. Lalu, akupun memakai kacamata tersebut di sekolah. Aku terkaget, karena kacamata tersebut membuatku dapat melihat setiap permasalahan, perasaan,dan keinginan orang lain.
     Akhirnya, aku mengetahui bagaimana perasaan orang lain. Aku pun mencoba membantu permasalahan orang lain. Aku menghibur setiap orang yang merasa sedih walaupun dia tidak mengatakannya. Aku juga membantu meredakan kemarahan dan dendam temanku terhadap orang lain. Aku sangat menyukai kacamata baruku. Dengan itu, aku dapat membantu orang lain. Aku pun berubah menjadi orang yang periang dan mempunyai banyak teman. Hal itu juga membuat nilaiku menaik menjadi juara 2 di kelasku. Aku bersyukur dapat mempunyai kacamata ini.

Kejutan untuk Carl

Hari ini adalah ulang tahun teman kami Carl.Kita sekelas merencanakan untuk memberi kejutan kepada Carl.Kami akan memberikan kejutan kepada Carl berupa tepung dan telur. Kita akan memberikan tepung dan telur pada saat pulang sekolah di lapangan volli. Saat pelajaran Carl selalu curiga kepada kami, dan Carl terus memaksa untuk pulang, tapi kami tidak mengijinkan untuk Carl pulang.Akhirnya momen yang kita tunggu akhirnya bisa kita lakukan.Akhirnya pulang sekolah kita membawa Carl menuju lapangan volli. Carl pertama kabur ke KFC,lalu kami membawa lagi Carl ke lapangan.Dan Carl kabur lagi.Carl kabur menuju SMA.Dan akhirnya kita bisa membawa Carl kembali ke lapangan.Tiba-tiba dari belakang Carl di lempar telur oleh Andrian. Akhirnya kami semua mulai ikut-ikut untuk melemparkan tepung kepada Carl. Setelah selesai melemparkan tepung ke Carl,kami menyirami lapangan dengan air. Setelah menyirami lapangan dengan air,kami mengusulkan untuk menyirami tepung ke Aldi juga, karna Aldi hari ini juga  sedang berulang tahun. lalu beberapa teman laki laki dari kelas 7B berhasil mendapati Aldy berada di kfc sedang makan siang. Lalu anak laki laki langsung menyeretnya menuju ke lapangan voli. kemudian kami melemparkan tepung ke Aldy.Semua orang di lapangan itu tertawa-tawa.Dan akhirnya kita berhasil dengan rencana yang kita buat.yeeeee

Kemarahan Para Temanku

Oleh : Zahra Arzeta dan Fransiska Felicia

            Semua ini berawal dari salah satu temanku tidak membayar uang kas. Awalnya ia hanya tidak membayar selama 2 bulan, nyatanya hingga sekarang, sudah 4 bulan ia juga belum membayar uang bulanan kelas tersebut. Padahal ia sudah diingatkan berulang kali oleh aku dan juga teman-teman yang lain. Hingga pada suatu hari kami telah putus asa menasihati dan mengingatkannya, akhirnya kami terpaksa melaporkan permasalahan kelas tersebut ke wali kelas. Sayangnya hal itu juga tidak ada gunanya, sehingga kami tanpa sadar membencinya. Tingkahnya yang cuek, dingin, dan juga tidak peduli lah alasannya. Meskipun beberapa sahabatnya masih setia dan tidak membencinya, tetapi tetap saja ada yang membencinya di kelas. Suatu hari, salah satu teman kami mengingatkannya lagi, tetapi ia masih saja bertingkah cuek dan dingin. Dan saat itu juga ia pun marah "kenapa sih, bayar enggak bayar ya terserah aku. Meskipun kalian menegaskan berulang kali juga aku gak peduli." itu yang membuat kami bertambah kesal dengan sikapnya.Lalu wali kelas kami juga memperingatinya dan dia hanya berkata " Iya bu." atau juga "Besok ya bu." itu lah kata-kata yang selalu dia ucapkan ketika kami menagih janjinya tersebut. Dan pada suatu ketika, ia tidak masuk sekolah dan pada hari itu pun guru pelajaran kami memberi sebuah ringkasan bahan ulangan suatu pelajaran untuk di fotokopi untuk seisi kelas kami. Ia tidak masuk hari itu, dan spontan saja salah satu teman kami berkata, "Sudahlah, anak itu tidak usah dikasih. Nanti kita yang tambah rugi." itu kata salah satu temanku. Para teman sekelasku yang lain langsung setuju dengan perkataannya dan ia pun melontarkan kata lagi, "Ya sudah ya, kita setuju bahwa anak itu tidak usah dikasih fotokopi ringkasan pelajaran tersebut." dan beberapa anak menjawab ya ada juga yang diam saja sepertiku. Karena aku hanya mengikuti saja apa yang ingin teman-temanku lakukan, karena hal itu juga ada benarnya. Dari kisah kelasku ini, aku telah menemukan satu jawaban tentang ia yaitu, jangan selalu memberi kebebasan berlebihan pada siapapun, justru hal tersebut malah membuat kita rugi sendiri dan orang lain dan juga jangan berkata janji bila kalian merasa tidak sanggup untuk berjanji pada siapapun.

The Adventure Of The Dragonia Episode 5


Welsina tried to make a plan to break Ryan out and then Welsina saw Pholexa. Welsina sneek past Pholexa and hide behind the stack of barrels. Pholexa said "Ummm....I feel bad for Welsina because of listening to her conversation, I should probably go upstairs to her room and apologize" then Pholexa when upstairs to Welsina's room. While Pholexa wasn't in the dungeon, Welsina took the opportunity and search the dungeon keys. Luckily Welsina found the keys hagging on the wall, Welsina then took the keys and head to Ryan's dungeon cell. Ryan said "uuuhhh....I am gonna be in this cell for a while"  Welsina reply "well your not gonna be long here because I have the keys, your welcome" Ryan jump in suprise "woooo...where did you come from?!?" Welsina reply "form upstairs" Ryan reply"Okayy that's totally normal, thank you I guest" Welsina reply "your welcome again". While Welsina unlocking Ryan out, Pholexa knock on Welsina's bedroom Pholexa says "Welsina are you there?, if you are in there can I come in?, Welsina?" Pholexa then wait for a few minutes, but Welsina is not coming out yet, then Pholexa got suspicious and open Welsina's room. When Pholexa open the door there was no one there, Pholexa then ran to the dungeon because Pholexa know were is Welsina going. While in the dungeon Welsina and Ryan escape trough the hidden passageway, but Pholexa is on the way to the dungeon. Welsina says " Ryan go trough this hidden passageway and then go left, right, up, then straight and then that's your way out to town, use this to cover your face, quick Pholexa is coming" Ryan the ran to the hidden passageway and follow Welsina's instruction. Pholexa then arrive at the dungeon, Pholexa says "Welsina what have you done?!?"
..................



TO BE CONTINUED


Senin, 14 November 2016

Pengalaman Pertama

     Hi, friends. Namaku Vine. Aku sudah berusia 20 tahun. Aku sekarang sedang berkuliah di Paris. Aku tiba- tiba teringat semua pengalaman pertamaku. Seperti pengalaman pertama masuk sekolah, pengalaman pertama berjalan dan belajar merangkak serta hal lain.Aku tiba-tiba seperti terflashback. Karena, di sana ada ibuku, aku menangis dan merasa kangen padanya.
     Sekarang, ibuku telah tiada. Dahulu, aku sempat sering membentaknya. Sekarang aku menyesal. Aku ingin mengingat masa-masa pertama kali aku berbicara. Ibuku sangat senang karena kata pertama yang kuucapkan adalah mama. Dia merasa sangat bahagia dan memelukku sambil menangis haru.Coba saja dulu aku mencintainya. Aku merasa sedih saat teringat pertama kali aku membentaknya dan membuatnya menangis. Tapi, aku tidak dapat meminta maaf padanya dan hanya bisa mendoakannya. Aku sayang kamu, ibu. Semoga engkau dapat memaafkan segala kesalahanku dan tenang di sana. Aku ingin jadi sepertimu.

Kamis, 10 November 2016

UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA

Pada hari Jumat,tanggal 28 October 2016 diadakan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda. Di pagi hari yang cerah siswa-siswi SMP dan SMA TNH mengadakan upacara bersama di lapangan basket. Upacara dimulai pukul 07.00 dan siswa-siswi diharuskan memakai baju OSIS.

Seluruh peserta upacara diminta untuk mengikuti pembacaan teks Sumpah Pemuda yang dilakasanakan setelah pengibaran Sang Merah Putih. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Pembina upacara menyampaikan amanat tentang kemerdekaan yang telah diperoleh dan kita harus mengisinya dengan hal-hal positif  Upacara dilanjutkan dengan doa. Upacar selesai sekitar pukul 07.45 dan para siswa diminta kembali ke kelas untuk absensi



JUMAT KELABU

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat, 28 Oktober 2016, ada berita duka yang menyelimuti seluruh keluarga besar yayasan Taruna Nusa Harapan. Guru mata pelajaran seni rupa SMP dan SMA TNH, Bapak Tri Harijanto dikabarkan meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB. Hal ini menyebabkan kesedihan dan duka mendalam yang dirasakan oleh keluarga, kerabat, dan anak didiknya. Penyebab  kematian beliau adalah komplikasi, serta penyakit seperti asam urat, jantung, dan diabetes.

Meninggalnya Bapak Tri Harijanto yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda membuat seluruh warga SMP dan SMA TNH mengikuti upacara sumpah pemuda dengan tertib. Selain itu, guru dari 4 agama turut memimpin doa. Semua itu dilakukan untuk mendoakan beliau agar amal prbuatan beliau diterima di sisi-Nya.

Karena kepergian Bapak Tri Harijanto, sekolah dipulangkan pukul 10.00 WIB dan sepulang sekolah siswa-siswi kelas 7B dan 9A melayat ke rumah Bapak Tri Harijanto. Siswa dan siswi yang melayat masih bisa melihat jasad Bapak Tri Harijanto, karena rencananya beliau akan dimakamkan pukul 13.00 WIB.




UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-88 DENGAN KEPALA DINAS

Upacara Sumpah Pemuda yang telah dilaksanakan pada Hari Jumat, 28 Oktober 2016, kembali dilaksanakan pada hari Senin, 31 Oktober 2016, karena kedatangan kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Beliau berpidato singkat tentang kegiatan belajar dan prestasi siswa-siswi SMP TNH.
Walaupun cuaca panas, para murid tetap mengikuti upacara dengan baik.

Perayaan Hari Pahlawan 10 November 2016

      Pada tanggal 10 November 2016, tepatnya hari Kamis, para siswa siswi SMP dan SMA TNH memperingati Hari Pahlawan. Seluruh siswa datang ke sekolah dengan memakai baju pahlawan, dan kebanyakan memakai baju tentara, dokter, dan polisi zaman dulu. 

Tepat pada pukul 06.50 para siswa  berkumpul di lapangan basket untuk mengadakan upacara bendera peringatan Hari Pahlawan. Setelah upacara selesai, terdapat pengumuman bahwa SMP dan SMA TNH akan mengadakan devile (gerak jalan dalam rangka Hari Pahlawan) dari Jl.Letkol Sumardjo, Jl. Taman Siswa, melewati gang Purwotengah masuk Jl. Pemuda kembali ke Jalan Letkol Sumarjo dan masuk ke lingkungan SMP-SMA TNH. 

Setelah kembali, para siswa mendapatkan minuman botol kemasan bervitamin C dan diabsen setiap kelas. Siswa-siswi diberi waktu beristirahat sampai pukul 8:30 kemudian dilanjutkan dengan pelajaran biasa dan siswa-siswi pulang pukul 13:00 WIB

PARA GURU BERPOSE DI DEPAN RUANG KEPALA SEKOLAH SETELAH GERAK JALAN

PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS MASA BAKTI 2016/2017



Kampanye pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2016, berjalan dengan lancar. Kampanye yang seharusnya dilaksanakan di lapangan SMP, diganti dengan kampanye per-kelas.Yang dimaksud kampanye per-kelas ialah sistem kampanye, dimana tiap-tiap kandidat berkeliling kelas, mulai dari kelas 7 sampai dengan kelas 9. Pemilihan suara, atau pencoblosan juga dilaksanakan pada hari itu.
Namun, penghitungan suara, yang seharusnya dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2016 terpaksa diundur karena keadaan yang tidak mendukung. Penghitungan suara dilaksanakan pada hari Senin, 7 November 2016 di ruang OSIS.
Kandidat yang terpilih adalah pasangan nomor 3, Tessalonika dan Jason dengan perolehan suara 141 suara.

PANITIA PENGHITUNGAN SUARA PEMILU OSIS SMP TNH


Rabu, 09 November 2016

Perayaan hari sumpah pemuda

     Pada hari jumat 28 oktober 2016 telah diadakan upacara bendera untuk memperingati hari sumpah pemuda .Upacara itu diikuti oleh siswa SMP dan SMA.upacara itu berlangsung dengan lancar akan tetapi ada siswa yang hampir pingsan dan ada juga siswa yang tidak mengikuti sampai selesai karena pusingdan mual ,akan teapi ada beberapa murid yang terlambat datang kesekolah.

Rabu, 02 November 2016

MENGENANGMU

Setahun telah berlalu
Ku telah kehilanganmu
Air mata dan tangis sendu
Sudah tak terdengar lagi
                Dukacita telah berlalu
                Digantikan sukacita
                Banyak hal yang dapat kusyukuri
                Di dalam hidup ini
Ku teringat kata-katamu
Pesan-pesanmu padaku
Belajarlah dari sejarah
Biarkan sejarah itu menuntunmu.
Untuk gapai masa depanmu
                 Ya, guruku
                 Ku kan lakukan pesanmu
                 Takkan pernah kulupakan
                 Ku kan teruskan perjuanganmu
                 Berlari raih cita-citaku
Semangatmu terukir di hatiku
Bagai api yang tak pernah padam
Terimakasih, guruku
Jasamu kan ku ingat selalu