Tampilkan postingan dengan label Cherish Ravella. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cherish Ravella. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

ElsNite Sword (Bagian 3)

Entah sudah berapa lama mereka berjalan, melewati berbagai rintangan yang menghalangi mereka. Sampai mereka berada di tengah Padang Pasir Despania. Mereka semua kelelahan. Entah berapa lama lagi mereka bisa bertahan.

"Aku capek" gumam Mercha. "Ayolah Merc, jangan menyerah. Sebentar lagi kita akan sampai" kata Gwen. "Berapa lama lagi?" tanya Serba. "Seharusnya tinggal 2 jam dari tempat ini!" Karyn berseru. "Xenya, tidak bisakah kita istirahat sebentar? kita sudah berkuda terlalu lama. Ototku terasa kaku" pinta Fallon. Xenya tidak tega melihat teman-temannya, walau sebenarnya dia ingin melanjutkan perjalanan. "Baiklah. Kita akan mencari Oase dekat sini" katanya. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan, mereka menemukan Oase.
"Aahh, enaknya" kata Erberk sambil berbaring. Mereka semua pun melakukan hal yang sama. Otot mereka kaku dan hampir tidak bisa digerakkan. Kuda-kuda mereka biarkan untuk minum.

Setelah beberapa saat istirahat, mereka kembali melanjutkan perjalanan. "Kita harus bergegas. kita sudah kehilangan cukup banyak waktu" kata Xenya. Jadi mereka memacu kuda mereka lebih cepat. Mereka tiba di Kota Eldenweise saat langit berwarna kemerahan. "Kita akan pergi ke Grimsbrough dan mencari penginapan di sana" jelas Xenya. Teman-temannya mengangguk. Mereka harus berkuda sekitar setengah jam untuk mencapai Grimsbrough. "Kalian istirahatlah yang cukup. Kita punya hal besar untuk dilakukan besok" kata Xenya, yang diikuti oleh seruan senang teman-temannya.

"Gwen" panggil Xenya. Gwen berbalik dan menatap teman sekaligus komandonya itu. "Ya?" tanyanya. "Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Kau ada waktu?" "tentu". Mereka pun berjalan di kota. "Aku khawatir tentang Aidan" mulainya. "beberapa hari yang lalu, saat dia berkata dia tidak ikut, aku merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikannya" "Maksudmu dia berpura-pura sakit?" tanya Gwen. "Ya, mungkin. Tapi aku yakin ada alasan lain mengapa dia tidak ikut. bukan sekedar sakit" lanjut Xenya. "Apa yang mau kau lakukan Xenya?" tanya Gwen khawatir. "Aku tidak yakin. Tapi kalau aku butuh bantuanmu, maukah kau membantuku?" tanyanya. "Pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku akan membantumu!" katanya. Gwen merasa aneh ditanya seperti itu.

"Baiklah kalau begitu. Terima kasih. Sebaiknya kita segera kembali ke penginapan" ujarnya. Sesampainya mereka di pintu kamar masing-masing, "Oh, Gwen.. tolong jangan beritahukan hal ini pada siapapun" ujar Xenya. Gwen tidak mengerti, tapi ia mengangguk. "Baiklah, selamat malam" kata senya sambil menutup pintu. Begitu pula Gwen.

Namun pikirannya berkecamuk. Apa yang disembunyikan Xenya? Kenapa dia bertanya begitu? Ia sama sekali tidak mengerti. Ia akhirnya terlelap.

Bersambung

Kamis, 19 Januari 2017

ElsNite Sword (bagian 2)

Keesokan paginya, Gwen sudah siap ketika ia mendengar ketukan di pintu. Ia mengambil pedang dan busurnya, kemudian membukakan pintu bagi kedua temannya. "Pagi Karyn, Serba" saapanya. "Wah, kelihatannya mood-mu sudah membaik ya?" goda Serba. "Lebih baik daripada kemarin, kurasa. Tapi kalau kau mengacau, aku akan membunuhmu" jawabnya sambil tersenyum. Serba terbahak. "Baiklah, Ayo berangkat!" ujar Karyn bersemangat.

Saat mereka sampai di markas, semua teman mereka telah datang kecuali Aidan. "Dia bilang padaku bahwa dia sakit" kata Xenya. "Well, berarti kita sudah lengkap" gumam Resvant. "Kita harus pergi ke Timur. Dua hari perjalanan dari sini" kata Lefya. "Baiklah, ayo berangkat!" ujar Gwen. Demikianlah Guild beranggotakan sembilan orang itu berangkat.

Malam tiba. Untungnya mereka telah menemukan gua untuk bermalam. "Perjalanan yang melelahkan" gumam Fallon. "Kita baru mencapai seperempat perjalanan, Fallon" kata Erberk. "Ya ya, kalau kau tak suka, kembali saja" sahut Mercha ikut-ikutan. Fallon mencibir. "Sudah, untuk malam ini kalian istirahatlah. Gwen dan aku akan berjaga" kata Xenya. Para anggota guild mengangguk dan mulai tertidur. Smentara itu, Gwen dan Xenya berjaga di luar.

"Apa kau benar-benar berpikir bahwa pedang itu ada, Xenya?" tanya Gwen memecah kesunyian. "Sebenarnya, aku tak yakin" ujarnya. "Tapi satu-satunya cara untuk mengetahuinya, adalah dengan mengeceknya, kan?" ujarnya lagi. Gwen mengangguk. Ia sudah tahu itu. Ia sendiri tidak benar-benar percaya kalau pedang itu ada. Sepengetahuannya, Pedang ElsNite adalah pedang yang memiliki kemampuan untuk membunuh orang dengan sekali tebas. Tentu saja tidak pernah ada orang yang menemukannya. Setelah bertahun-tahun tidak ada yang menemukannya, orang-orang berhenti mencari dan menganggap cerita itu hanyalah mitos. Sampai sekarang.

"Apa kau percaya, Gwen?" tanya Xenya tiba-tiba. "Kurasa aku tidak perlu menjawabnya" ujar Gwen. "Tapi kalau kau memang ingin jawaban, maka jawabannya adalah tidak" tambahnya. "Sudah kuduga" gumamnya sambil tersenyum. "Tapi kalau seandainya pedang itu benar-benar ada, apa yang akan kau lakukan?" tanyanya lagi. "Xenya! Jangan katakan padaku kau percaya pada mitos itu" kata Gwen dengan nada tak pecaya. "Aku bilang seandainya. Aku hanya ingin tahu" balasnya. Gwen menghela napas. "Jika pedang itu benar-benar ada, aku tak yakin apa yang akan kulakukan" jawab Gwen pada akhirnya. "Kupikir kau akan menjawab dengan hal seperti, 'aku akan gunakan untuk menegakkan keadilan' atau semacamnya" Xenya bergumam. "Tentu. Tapi hal yang kita anggap benar, belum tentu benar di mata orang lain, kan? Aku harus bisa melihat dari semua sudut pandang sebelum bisa mengatakan hal besar seperti itu" jawabnya. Gwen tidak tahu kenapa Xenya tersenyum setelah mendengar jawabannya. Ia yakin bahwa Xenya memiliki pikiran yang sama dengannya.

"Baiklah. Kau istirahatlah. Aku tahu satu jam tidak akan cukup, tapi istirahat itu penting" kata Xenya. 'Kenapa dia tiba-tiba mengalihkan pembicaraan?' pikir Gwen. Namun ia tak menyuarakannya. "Bagaimana denganmu, kau tidak akan istirahat?" "Aku akan berjaga di sini. Tenanglah. Aku akan baik-baik saja" kata Xenya. Gwen mengerutkan alis tanda tak setuju, tapi ia menurut. Ia masuk, untuk istirahat.

Satu jam kemudian, ia terbangun. Tidur satu jam memang tidak cukup. Tapi Gwen harus bersyukur. Xenya malah tidak tidur sepanjang malam. Gwen menghela napas. Ia segera bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Setelah semuanya siap, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke arah timur.

BERSAMBUNG

Kamis, 12 Januari 2017

ElsNite Sword

Sinar matahari pagi menembus jendela di kamar Gwen, yang menyipitkan mata karena silau. Badannya terasa sakit sehabis perburuan kemarin. "Aah, seharusnya aku tidak ikut" erangnya. "Ini semua salah Serba" keluhnya lagi, walau ia tahu keluhannya tidak akan mengurangi rasa sakitnya. "Gwen, apa kau sudah bangun?" terdengar ketukan di pintu. Gwen mengerang lagi. Pagi ini rasanya ia tidak bersemangat. Dengan susah payah ia berjalan ke pintu dan membukanya. "Buka matamu, dasar pemalas!" seru Serba dengan senyum cerah. "Ya ampun, kau terlihat kacau" ujarnya lagi. "Memang kau pikir itu salah siapa?! Membuatku sebagai umpan Dumblebeast. Aku hampir diseruduk, tahu. Kau ingin aku mati ya?!" balas Gwen tak sabar. "Oke.. oke.. mandi dan bersiap-siaplah, Gwen. Kita harus berkumpul dengan guild, kau ingat kan?" ucap Karyn menengahi perdebatan mereka berdua. Guild mereka, The Virtue and Valor (disingkat VV), adalah guild terhebat di wilayah mereka. Meski hanya beranggotakan sepuluh orang, mereka telah berulang kali menang dalam perang. Gwen mengerang sekali lagi. Tentu dia ingat. Akan tetapi, tubuhnya terlalu sakit untuk digerakkan ke mana pun. "Baiklah. Akan kutemui kalian di luar 15 menit lagi" sahutnya. Ia tahu ia harus memaksakan diri. "Baiklah, sampai nanti Gwen!" kata Karyn. Serba hanya tersenyum dan mengikuti Karyn ke luar. Gwen menghembuskan napas.

15 menit kemudian Gwen sudah selesai mandi dan bersiap-siap. Ia segera pergi ke luar, namun tidak melihat kedua temannya di sana. "Mereka di mana, sih?" ujarnya kesal setelah lima menit berputar-putar mencari kedua temannya. Tiba-tiba, "Yo!" ada tangan menepuk bahunya. Otomatis, Gwen terlonjak kaget. Lalu menghela napas. "Kau mengejutkanku!" ucapnya kesal. "Maaf, maaf. Nih!" jawab Serba sambil menyodorkan sebungkus kentang bakar. Gwen mengambilnya seraya mulai berjalan bersama kedua temannya ke arah markas rahasia mereka. Setelah makanannya habis, ia baru mengucapkan "terima kasih" pada kedua temannya itu. "Telat banget!" sahut Serba, yang tidak diacuhkannya.

Setelah mereka mengucapkan kata sandi mereka, barulah pintu markas terbuka untuk mereka. "Hai" sapa Fallon, sambil tersenyum. "Perburuan kemarin benar-benar hebat!" seru Erberk. "Kau benar-benar hebat, Gwen! teknik apa itu?" Mercha ikut-ikutan. Ya, bisa dikatakan perburuan kemarin sukses karena Gwen. Ia menjadi umpan dan ia juga yang menghabisi seekor Dumblebeast. Namun Gwen sama sekali tidak senang.

Xenya, ketua Guild mereka akhirnya datang. "Kerja bagus untukmu Gwen" pujinya. "Namun kita punya sesuatu yang penting untuk dibicarakan hari ini" katanya. "Beberapa hari lalu, aku mendengar kabar bahwa beberapa orang dari Timur, telah menemukan Pedang ElsNite" "Tapi pedang itu cuma mitos!" potong Aidan. "Ya, tapi kenyataan bahwa ada orang yang menemukan pedang itu membuktikan bahwa pedang itu ada" sahut Xenya. "Kita harus mengambilnya, sebelum pedang itu jatuh ke tangan orang yang salah" lanjut Xenya.
Mereka segera menusun strategi. "Baiklah kalau begitu, kita berangkat besok pagi" kata Xenya.

BERSAMBUNG

Kamis, 08 Desember 2016

MAAFIN YA?

"Ya ampun, gue lupa!" seruku di telepon. "Aduh, Qimi.. kenapa bisa lupa, sih? kemarin kan, gue udah ngingetin loh, vuat beli cake buat John". "Sorry, Mel. Sorry. Abisnya, gue sibuk banget belakangan ini" ujarku membela diri. Padahal sebenarnya aku inget. Tapi, gara-gara aku lagi bertengkar sama John, makanya aku nggak bawa barang yang sama Imelda disuruh bawa.

Hari ini temen-temenku niat pergi ke rumah John buat kasih dia surprise. Soalnya, hari ini John lagi ulang tahun. Tapi, kemarin lusa, aku sempat bertengkar sama dia gara-gara dia jatuhin aku ke kolam renang di rumahku. Sebenernya sih, bukan masalah besar, tapi berhubung pas hari itu aku lagi bad mood dan nggak mau diganggu, jadi deh berantem. Padahal aku udah nolak buat ikut ke acara hari ini. Tapi temen-temenku maksa. "Ayo, Qim. Masa kamu nggak ikut sih?" "Iya, dia kan temen loh sejak kecil" "Iya Qim, kalo ga ada loh, ga seru, ga lengkap!". Apa boleh buat..

"Gimana nih? Mana acaranya udah mau mulai.." Suara panik Imelda terdengar di ujung sana. Aku merasa bersalah. "Iya sih, aku memang lagi kesel sama John. Tapi aku harusnya nggak bikin panik temen-temenku juga" pikirku. "Gue usahain ya, Mel?" ujarku akhirnya. "Iya deh, iya. Gue tunggu kabar dari loh,ya?"ujarnya lalu menutup telepon. "Dasar!" ujarku sambil menatap teleponku.

Waktu itu aku lagi makan di resto deket rumah John pas Imelda telepon. Niatku sih, pingin ngacauin acara surprise ini. Tapi berhubung Imelda panik setengah mati, terpaksa deh aku balik pulang buat ngambil cake ulang tahun. Sebenerya, aku memang sudah beli cake itu, cuman nggak aku bawa.

"Hufftt.. sampai juga di rumah" keluhku. "Lho, Qimi? kamu kok udah pulang? Acaranya sudah selesai?" tanya mama heran. "Belum mulai, ma. Cake buat John ketinggalan!" ujarku sambil senyum-senyum gak jelas. "Ya udah. Sana diambil. Ntar telat lho.." kata mama. "Iya, ma".

15 menit kemudian, aku sampai di rumah John. Kelihatannya acaranya sudah mulai, karena dari dalam rumah, suaranya ribut banget. Aku ragu-ragu mau masuk atau nggak, jadi aku telepon Imelda dulu. "Kok ngga diangkat sih?" tanyaku. Dengan berat hati akhirnya aku melangkah masuk ke rumah John. Waktu aku masuk, Imelda langsung menghampiriku dengan raut khawatir. "Gimana?" tanyanya. "Nih" aku menyodorkan kue itu kepadanya. "Lo gue telpon kok nggak diangkat sih?" tanyaku. "Sorry, sorry. nggak denger" jawabnya "Ayo masuk. Dah ditungguin dari tadi".

Dan bener, pas aku masuk, acaranya udah mulai. "Akhirnya loh dateng juga, Qim" kata Gina. "Iya padahal awalnya loh nangis-nangis ngga mau ikut" tambah Owen. "Gue nggak nagis-nangis kali!" bantahku. "Hai, Qimi!". Dan, bener aja waktu aku balik badan, John berdiri di sana dengan senyum lebar. "Gue kira lo ga bakal dateng!" tambahnya. "Iihh, jangan ge er dulu ya. Gue ga akan dateng kalau ga terpaksa!" sahutku, yang entah kenapa membuat senyum di wajahnya tambah lebar. "Ya elah, Qim. Gue tau kok, lo sebenernya kepingin dateng, cuman gengsi!" balasnya. Teman-temanku tertawa. "Iihh, loh ya.." belum selesai aku bicara, tiba-tiba dia mencubit pipiku. Haduh, nih anak! "Aduh! lo tuh ya.." "By the way, gue minta maaf ya, buat minggu lalu. Gue beneran ga tau kalo lo lagi bad mood" katanya tiba-tiba. Aduh, disela lagi. Tapi entah kenapa, aku kali imi ga marah. Aku akhirnya just nunduk kebawah sambil mikir, enaknya dimaafin atau nggak. Akhirnya, "Iya deh. Gue maafin. Tapi lain kali liat-liat dulu dong, kalo bercanda!" jawabku. Dia tersenyum. Aku tersenyum. Dasar John, paling tau cara buat aku ga ngambek lagi. ;)



Oleh : Cherish R

Rabu, 23 November 2016

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1

Ulangan Akhir Semester 1, SMP Taruna Nusa Harapan akan dilaksanakan pada hari Senin, 28 November 2016 sampai pada hari Senin, 5 November 2016. UAS 1 ini akan dilaksanakan pada pukul 07.30. Walau begitu, para siswa diminta untuk datang di sekolah pada pukul 07.00.

Sama seperti UAS maupun UTS sebelumnya, para murid akan dibagi di kelas-kelas sama rata, mulai kelas 7,8 dan 9, sesuai dengan nomor urut absensi di kelas.

Seluruh warga SMP TNH berharap bahwa UAS kali ini dapat berlangsung dengan lancar

Kamis, 10 November 2016

UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA

Pada hari Jumat,tanggal 28 October 2016 diadakan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda. Di pagi hari yang cerah siswa-siswi SMP dan SMA TNH mengadakan upacara bersama di lapangan basket. Upacara dimulai pukul 07.00 dan siswa-siswi diharuskan memakai baju OSIS.

Seluruh peserta upacara diminta untuk mengikuti pembacaan teks Sumpah Pemuda yang dilakasanakan setelah pengibaran Sang Merah Putih. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Pembina upacara menyampaikan amanat tentang kemerdekaan yang telah diperoleh dan kita harus mengisinya dengan hal-hal positif  Upacara dilanjutkan dengan doa. Upacar selesai sekitar pukul 07.45 dan para siswa diminta kembali ke kelas untuk absensi



JUMAT KELABU

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat, 28 Oktober 2016, ada berita duka yang menyelimuti seluruh keluarga besar yayasan Taruna Nusa Harapan. Guru mata pelajaran seni rupa SMP dan SMA TNH, Bapak Tri Harijanto dikabarkan meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB. Hal ini menyebabkan kesedihan dan duka mendalam yang dirasakan oleh keluarga, kerabat, dan anak didiknya. Penyebab  kematian beliau adalah komplikasi, serta penyakit seperti asam urat, jantung, dan diabetes.

Meninggalnya Bapak Tri Harijanto yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda membuat seluruh warga SMP dan SMA TNH mengikuti upacara sumpah pemuda dengan tertib. Selain itu, guru dari 4 agama turut memimpin doa. Semua itu dilakukan untuk mendoakan beliau agar amal prbuatan beliau diterima di sisi-Nya.

Karena kepergian Bapak Tri Harijanto, sekolah dipulangkan pukul 10.00 WIB dan sepulang sekolah siswa-siswi kelas 7B dan 9A melayat ke rumah Bapak Tri Harijanto. Siswa dan siswi yang melayat masih bisa melihat jasad Bapak Tri Harijanto, karena rencananya beliau akan dimakamkan pukul 13.00 WIB.




UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-88 DENGAN KEPALA DINAS

Upacara Sumpah Pemuda yang telah dilaksanakan pada Hari Jumat, 28 Oktober 2016, kembali dilaksanakan pada hari Senin, 31 Oktober 2016, karena kedatangan kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Beliau berpidato singkat tentang kegiatan belajar dan prestasi siswa-siswi SMP TNH.
Walaupun cuaca panas, para murid tetap mengikuti upacara dengan baik.

PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS MASA BAKTI 2016/2017



Kampanye pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2016, berjalan dengan lancar. Kampanye yang seharusnya dilaksanakan di lapangan SMP, diganti dengan kampanye per-kelas.Yang dimaksud kampanye per-kelas ialah sistem kampanye, dimana tiap-tiap kandidat berkeliling kelas, mulai dari kelas 7 sampai dengan kelas 9. Pemilihan suara, atau pencoblosan juga dilaksanakan pada hari itu.
Namun, penghitungan suara, yang seharusnya dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2016 terpaksa diundur karena keadaan yang tidak mendukung. Penghitungan suara dilaksanakan pada hari Senin, 7 November 2016 di ruang OSIS.
Kandidat yang terpilih adalah pasangan nomor 3, Tessalonika dan Jason dengan perolehan suara 141 suara.

PANITIA PENGHITUNGAN SUARA PEMILU OSIS SMP TNH


Rabu, 02 November 2016

MENGENANGMU

Setahun telah berlalu
Ku telah kehilanganmu
Air mata dan tangis sendu
Sudah tak terdengar lagi
                Dukacita telah berlalu
                Digantikan sukacita
                Banyak hal yang dapat kusyukuri
                Di dalam hidup ini
Ku teringat kata-katamu
Pesan-pesanmu padaku
Belajarlah dari sejarah
Biarkan sejarah itu menuntunmu.
Untuk gapai masa depanmu
                 Ya, guruku
                 Ku kan lakukan pesanmu
                 Takkan pernah kulupakan
                 Ku kan teruskan perjuanganmu
                 Berlari raih cita-citaku
Semangatmu terukir di hatiku
Bagai api yang tak pernah padam
Terimakasih, guruku
Jasamu kan ku ingat selalu


Kamis, 27 Oktober 2016

PERSIAPAN PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS MASA BAKTI 2016/2017

Pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dilaksanakan pada Jumat, 28 Oktober 2016, yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.

Para OSIS masa bakti 2015/2016 telah melakukan persiapan sejak hari Rabu, 26 Oktober 2016. Persiapan ini berupa panggung kampanye, bilik coblos, kotak suara, dan tempat pelaksanaan serta penghitungan suara. Sebagian besar persiapan ini dilaksanakan di ruang OSIS SMP TNH.

Para OSIS bekerja keras untuk acara ini, dan berharap bahwa pemilihan dapat berjalan lancar.

Kamis, 20 Oktober 2016

The Story of A Little GIrl

Once upon atime, there lived a little girl named Charlotte. She wasn't like the other kids. She cose reading book instead of playing around. She was five at that time. Her friends liked to bully her, that's why she never looked happy at school, although the teacher liked to praise her because of her achievement. Her friends were also jealous of her because of this. They liked to ock her a lot

She finally gave up and didn't want to go to school anymore. her parents were so confused and thought that her decision was unreasonable. So they forced her to go to school, but she refused. They even called the teacher to persuade her to go to school. But, this effort also failed. Eventually, her parents gave up and called a homeschooling teacher.

Time went by, and she grew into a young girl. That was the time she went into middle school, but the same incident happened again. She felt so depressed and stressful.

One day, a young man entered her life and changed everything. That guy told her, nothing gonna change by her doing this. He also said that giving up and running away wouldn't solve anything. What she should do, was  proved that what everybody thought were totally wrong.
She realized and was very excited to start a new beginning. she wanted to prove to everyone that by reading, you could get so much profit.
She was so confident with herself, and she challenged herself to prove thsat her decision was right.

The process surely took a time, but the result was amazing. All her hard works were paid.

She became a very successful and well-known author.

Everybody that ever mocked her were so surprised with her achievement now.

In her first interview, she told that the pain she ever got when she was a child meet her as she is right now. And also about the boy that appeared at her darkest time. The boy who gave her courage and motivationto do something different.

"One thing that I always remember about that boy, he said, ' Everybody may give up on you, but you may not give up on yourself '. It really fired me up, and made me wanted to do something at that time. It's still my motto until today".


Message : You should never underestimate your own power, because everything starts with your thoughts. And be brave to step forward.

Story by: Cherish Ravella

HARAPAN YANG TELAH HILANG

Terbuka di jalan yang lurus
Kesempatan yang berarti
Membawanya semakin tinggi

Tapi mengapa
Serasa dilemparkan ke bumi
Harapan yang telah pupus
Tak berarti lagi

Lama dia termenung
Memikirkan berbagai alasan yang terlintas di benaknya


Betapa malangnya,
Nasib seorang bocah yang tidak tahu apa-apa

Kini ia bertahan
Melewati semua masa suka duka sendirian
Tak ada seruan dari mulutnya
Hanya deru pilu dari dalam hatinya

Jika saja ada seseorang di sana
Tak peduli siapapun
Yang dapat menolongnya saat itu juga

Hari demi hari
Tak peduli gelap atau terang
Ia tak merasakan apa-apa
Yang ada hanya kesunyian
Yang mengisi kekosongan jiwanya

Oh, andaikan ia dapat berlari
Melupakan yang telah terjadi
Namun kakinya tidak bergerak
Semangatnyapun tiada

Apa yang terjadi??
Ia bertanya dalam hati
Namun jawab tak didengarnya

Oleh : Cherish Ravella

Kamis, 15 September 2016

REPUBLIK RAKYAT CINA (RRC)

Republik Rakyat Cina(RRC), merupakan suatu negara komunis yang telah dikenal luas. Negara ini memiliki jumalah penduduk terbanyak di dunia, sebanyak kurang lebih 1,3 miliar penduduk.Dan juga wilayah terluas keempat setelah Rusai, Kanada, dan Amerika Serikat.

Negara ini pertama kali di proklamasikan oleh Mao Zedong, yang sekarang disebut dengan Bapak Revolusi Cina. Ketika Cina mengalami kegagalan ekonomi, Mao Zedong mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum Cina, namun tetap menjadi ketua partai. Setelah Mao Zedong meninggal, pemerintah China sudah mulai melonggarkan kontrol pemerintah terhadap kehidupan rakyatnya dan menuju ekonomi China dengan sistem berbasiskan pasar.

Cina memiliki pasukan militer terbesar di dunia, yang disebut People Liberation Army (PLA) yang terdiri atas angkatan laut dan udara. Dana anggaran militer Cina juga sangat besar, terbanyak ketiga setelah Amerika dan Rusia. Cina juga memiliki sistem senjata nuklir yang maju dan berkembang. Meski begitu, Militer Cina ini tidak terlalu berpengaruh, karena peralatannya yang dianggap ketinggalan zaman.

Mayoritas wilayah Cina terdiri atas pegunungan, perbukitan, dan plato(Dataran tinggi yang bagian atasnya datar). Arah memanjang pegunungan dan sungai cenderung barat - timur sehingga membagi Cina menjadi tiga wilayah geografis yang berbeda. Di bagian barat terdapat dataran tinggi Tibet, sedang di sebelah utara terdapat wilayah Sinkiang- Mongolia.Wilayah utama ketiga adalah bagian Timur sepanjang kawasan Laut Pasifik, yang dihuni oleh 95% penduduk Cina. Disamping karena lahannya yang subur sebagai lahan pertanian dan merupakan konsentrasi penduduk, wilayah ini merupakan pusat semua industri penting di Cina.

Cina memiliki iklim yang beragam, berdasar pada kondisi alam masing-masing wilayah. Pada musim dingin udara kering dan dingin berhembus dari arah plato barat laut. Pada musim panas, udara yang basah dan hangat berhembus dari arah tenggara ke pedalaman daratan. Musim dingin berlangsung lebih lama dari pada musim panasnya.

Ciri ekonomi di RRC adalah Sosialisme. Kepemimpinan China sejak akhir 1978, telah terjadi reformasi ekonomi (ekonomi terencana Soviet ke ekonomi yang berorientasi pasar).Untuk itu para pejabat meningkatkan kekuasaan pejabat lokal dan memasang manajer dalam industri, mengizinkan perusahaan skala-kecil dalam jasa dan produksi ringan, dan membuka ekonomi terhadap perdagangan asing dan investasi.

Budaya China merupakan satu dari budaya paling tua dan kompleks di dunia. Wilayah penyebaran dominan budaya ini meliputi daerah geografis yang luas dengan kebiasaan dan tradisi yang sangat bervariasi anatara kota dan provinsi di China. Banyak budaya dan tradisi yang ada di China ini, seperti musik, kepercayaa, seni, dan lain sebagainya.

Masakan Cina adalah kuliner yang dihasilkan oleh orang Tionghoa, baik yang ada di Tiongkok, maupun yang ada di perantauan, termasuk di Indonesia. Namun, masakan Tionghoa yang diperkenalkan kepada banyak bangsa di dunia mayoritas merupakan masakan etnis Han. Pengaruh masakan etnis Han ada di setiap kuliner negara-negara timur dan menyebar di luar komunitas-komunitasnya di seluruh dunia. Filosofi masakan Tionghoa adalah makanan harus memuaskan selera dan melengkapi rasa, betapapun sederhana bahan-bahannya.

Manajemen pendidikan di Cina ialah tersentralisasi, mulai dari level pusat, propinsi, kotamadya, kabupaten dan termasuk derah otonomi setingkat kotamadya. Pendidikan di Cina terdiri atas empat sektor yaitu basic education, technical dan vocational education, higher education dan adult education. Di samping itu juga terdapat pendidikan prasekolah yang materinya meliputi permainan, olah raga, kegiatan kelas , observasi, pekerjaan fisik, serta aktivitas sehari-hari.

Referensi :
http://geografisku.blogspot.co.id/2016/03/letak-luas-dan-keadaan-alam-negara-cina.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Tiongkok
http://mikeportal.blogspot.co.id/2013/05/republik-rakyat-china.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Tionghoa
http://www.bukucatatan.net/2016/03/ternyata-sistem-pendidikan-di-cina.html

Kamis, 08 September 2016

SAKIT

Dalam  Penderitaan ini
Aku harus kuat
Tak boleh menyerah
Juga jangan mengeluh

Peluh bercucuran, biarlah
Napas darahpun, tak apa
Bertahanlah sebentar lagi
Ini akan berakhir segera

Kamis, 01 September 2016

Quotes about Writing

"A profesional writer is an amateur who didn't quit."
(seorang penulis profesional adalah seorang amatir yang tidak menyerah)
-Richard Bach

"fill your paper with the breathing of your heart"
(isilah kertasmu dengan napas hatimu)
-William Wordsworth

"You fail only if you stop writing"
(kau gagal hanya jika kau berhenti menulis)
-Ray Bradbury

"All you have to do is write one true sentence. Write the truest sentence that you know"
(Segala yang harus anda lakukan adalah menulis satu kata yang benar. Tulislah kata paling benar yang engkau tahu)
-Ernest Hemingway

"You can make anything by writing"
(Kau bisa membuat segalanya dengan menulis)
-C.S Lewis

"Read a Lot. Read anything you can get your hands on"
(Banyaklah membaca. Bacalah apapun yang bisa anda dapatkan)
-J.K Rowling

"If a story is in you, it has got to come out"
(Jika kau punya cerita, itu harus dikeluarkan)
-William Faulkner

Kamis, 18 Agustus 2016

CINTA TERLARANG

Oleh : Cherish Ravella K

Ku telah jatuh cinta padamu

Entah berapa kali aku berusaha
Melupakan perasaan ini
Memendam dalam dalam isi hatiku

Namun hasilnya nihil
Semuanya sia-sia

Wajahmu selalu ada di sana
Terbayang di benakku
Suaramu begitu menghanyutkan
Matamu memikat hati

Oh, Tuhan...
Tolonglah aku

Hubungan ini tidak bisa
Tidak akan pernah berhasil
Karena aku tahu
Cinta terlarang diantara kita

Sesuatu yang tak bisa kumiliki
Tak bisa kujangkau, kuraih
Duniamu dan duniaku berbeda
Tak akan dapat disatukan

Begitupula engkau dan aku
Kau bagaikan pangeran di kerajaan mewah
Sedangkan aku,
Hanyalah gadis miskin di gubuk tua

Walau begitu,
Hatiku masih berharap

Tanganmu akan terbentang untukku
Hatimu mau menerimaku,
Apa adanya

Akan kau tarik aku dalam pelukanmu
Dan berkata,
"Semua akan baik-baik saja"

LOMBA GERAK JALAN

TIM GERAK JALAN PUTRI SMP TNH
Pada tanggal 14 agustus 2016, pemerintah kota Mojokerto mengadakan lomba gerak jalan mengelilingi kota Mojokerto. Jarak dari start hingga ke finish kurang lebih 5 Km. Para peserta ialah murid-murid sekolah sekota dan sekabupaten Mojokerto. SMP TNH pun ikut serta dalam kegiatan gerak jalan kali ini. SMP TNH mengirimkan 34 siswa yang dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama yang terdiri dari siswa putra mendapat no urut 96, dan tim kedua yang terdiri dari siswa putrimendapat no urut 81 dalam lomba ini.

Siswa dan siswi memulai kegiatan dari garis start yang berada di Alun - alun kota Mojokerto, kemudian siswa-siswi melewati Jl. Mojopahit, kemudian berbelok ke Jl. Raden WIjaya, kemudian melanjutkan ke arah Jl. Pahlawan, peserta pun berjalan ke arah Jl. Bhayangkara, setelah melalui Jl. Bhayangkara peserta melanjutkan ke Jl. Jenderal Sudirman, lalu melanjutkan perjalanan ke Jl. Letkol Sumarjo, kemudian berbelok ke arah Jl. Ahmad Yani, dan mengakhiri perjalanan di Alun-alun kota Mojokerto

SUASANA SETELAH GERAK JALAN. ADUH CAPEKNYA!!!

CLASSMEETING

Hari Senin, 15 Agustus 2016 SMP TNH mengadakan classmeeting untuk memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-71. Lomba-lomba yang diselenggarakan, yaitu; melukis, menulis cerpen, menulis puisi, bernyanyi dan story telling. Masing-masing kelas mengirim perwakilan untuk mengikuti lomba ini. Setiap kelas diwajibkan untuk mengirimkan 1 peserta untuk mengikuti lomba tersebut

Dilanjutkan pada hari Selasa, diselenggarakan panca lomba, gobak sodor, dan dakon. Walaupun ada beberapa anak yang terjatuh saat bermain, terlihat bahwa mereka lebih bersemangat melihat lomba hari ini daripada kemarin. Panca lomba diikuti oleh 3 peserta dari setiap kelas, lomba yang diikuti dalam panca lomba antara lain: balap karung, bakiak, kelereng, memasukkan paku kedalam botol, dan lomba makan kerupuk. Lomba gobak sodor diikuti oleh 10 orang dari masing-masing kelas yang dibagi menjadi 2 tim yang terdiri dari 5 putra dan 5 putri, sedangkan lomba dakon diikuti oleh 2 orang dari masing-masing kelas yang terdiri dari 1 putra dan 1 putri

Karena pada Rabu, 17 Agustus 2016, diadakan upacara bendera, peringatan HUT RI yang ke-71, maka pelaksanaan lomba dilanjutkan pada Kamis, 18 Agustus 2016

Lomba yang diselenggarakan hari Kamis antara lain; basket putra, dan basket putri, serta lomba yel-yel antarkelas. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan 10 orang untuk mengikuti lomba basket yang dibagi menjadi 2 tim yang terdiri dari 5 putra dan 5 putri, sedangkan siswa  yang tidak mengikuti lomba basket diwajibkan untuk ikut serta dalam lomba yel-yel ini. Setiap kelas wajib menyajikan yel-yel yang bertemakan semangat 17 Agustus. Peserta lomba yel-yel bebas menggunakan alat seperti drum, galon bekas, botol bekas, dll untuk memeriahkan yel-yel, tetapi siswa dilarang menggunakan terompet, karena suara terompet yang terlalu keras dapat mengganggu warga disekitar

ULANG TAHUN GURU TERCINTA

Hari Senin, 15 Agustus 2016, diadakan lomba peringatan HUT RI yang ke-71. Ternyata, acara ini bertepatan dengan ulang tahun Pak Jaka, salah satu guru di SMP TNH yang mengajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Para OSIS telah menyiapkan kue untuk Pak Jaka. Setelah semua lomba dilaksanakan, semua guru dan siswa diajak berkumpul di lapangan untuk merayakan ulang tahun Pak Jaka yang ke-36.

Pak Jaka terlihat senang sekaligus terkejut dengan perayaan yang tidak diberitahukan ini. Memang para OSIS ingin membuat kejutan untuk Pak Jaka.

Selamat ulang tahun ya, Pak!