![]() |
| WAWANCARA DENGAN SALAH SATU PETUGAS SETELAH UPACARA |
Warta TNH adalah blog yang dibuat untuk memuat hasil karya para siswa SMP TNH Mojokerto yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler jurnalistik.
Tampilkan postingan dengan label UPACARA 17-AN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UPACARA 17-AN. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 September 2012
REGU PADUAN SUARA HUT RI DI YAYASAN TNH
WARTATNH. Jumat,17 Agustus 2012. Pagi
ini, Yayasan TNH mengadakan upacara bendera untuk memperingati HUT RI
yang ke-67, diikuti oleh siswa-siswi SD, SMP, SMA serta guru dan
karyawan. Kelompok paduan suara gabungan SMP-SMA TNH cukup mendukung
acara ini, dengan membawakan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan
Cipta, Indonesia Bersatu, Syukur, Hari Merdeka, Rayuan Pulau Kelapa
dan Satu Nusa Satu Bangsa.
Peserta paduan suara berjumlah 33
siswa, 2 siswa SMP, 31 siswa SMA serta seorang pemain keyboard. Siswa
SMP mengadakan latihan secara rutin sejak hari Rabu (15/8). Cynthia
Handy merasa bangga setelah dipilih menjadi anggota paduan suara asal
SMP. “Agak nervous, ga
senang karena ga bisa gerak,” tuturnya saat diwawancarai mengenai
perasaannya saat tampil. Menurutnya, suka duka saat latihan paduan
suara, bisa bercanda tetapi ada rasa capek juga. Selain itu, kendala
saat latihan juga ada, seperti terlambat berkumpul, terkadang juga
belum makan.
Anggota paduan
suara SMA mengadakan latihan selama 1 minggu, rutin setiap pulang
sekolah. Mereka mengadakan latihan selama 2 jam tiap latihan. Aksha
Rinelsya, dirijen paduan suara merasa deg-degan sekaligus bangga saat
tampil. Kendalanya, saat latihan anak-anak paduan suara SMA banyak
bercanda, tuturnya.
Jayalah terus,
INDONESIAKU!!
Junezarra &
Gracia
PASUKAN PENGIBAR BENDERA PADA UPACARA HUT KE-67 RI DI YAYASAN TNH
Upacara 17-an tahun 2012 ini agak berbeda. Rencananya, pengibar bendera
akan berjumlah 70 orang, tetapi jika paskibra terdiri dari 70 orang, maka upacara akan kekurangan peserta. Maka dari itu
barisannya dibagi menjadi 3 barisan yang terdiri dari 3 siswa perbaris. Tiga
barisan tersebut terdiri dari :
Barisan pertama : Lukas ( XI
IPA 1 ), Rosa
( XB ), Suputra
( XB ) Barisan kedua : Yoga ( XI IPS 1
), Fika
( XI IPA 2 ), Yusuf
( XC ) Barisan ketiga : Leonardo ( XII
IPA 2 ), Shirly
( IX IPA 1 ) Aza
( XII IPS 2 )
Para pengibar bendera tersebut
berlatih kira – kira selama 3 hari pada waktu pelajaran berlangsung dan dilatih
oleh Bapak Hery Sumarsa sebagai guru olahraga dan Erika sebagai murid kelas XII
IPA. Mereka melatih ketepatan antara durasi waktu lagu Indonesia Raya dengan
bendera dengan cara saling mengingatkan satu sama lain bila terjadi kesalahan.
Pada waktu melatih kekompakan dan tempo langkah para pengibar bendera merasa
kesulitan.
Para pengibar bendera tersebut
memakai seragam putih dan sepatu vantofel hitam yang mereka pinjam dari kakak
kelas yang pernah menjadi paskibraka. Seragam yang mereka gunakan menunjukkan
keformalitasan atau keresmian pada upacara tersebut. Setelah digunakan upacara,
seragam tersebut dicucikan oleh pihak sekolah tanpa dipungut biaya.
Salah satu dari pengibar bendera
tersebut memceritakan suka duka menjadi pengibar bendera. Ketinggalan jam
pelajaran, kepanasan, lelah dan hasil yang memuaskan adalah suka duka dari
pengibar bendera. Setelah upacara bendera tersebut selesai mereka mereka
mengabadikannya dengan foto bersama semua petugas upacara. Setelah upacara
selesai petugas upacara diberi nasi kotak dan air mineral.
Oleh : Vinna L.T ( IX C - 5479 )
Adynda W.N ( IX C - 5401 )
UPACARA HUT KE-67 REPUBLIK INDONESIA DI YAYASAN TNH
Pada
tanggal 17 Agustus 2012 Sekolah Taruna Nusa Harapan Memperingati Hari
Kemerdekaan Indonesia, dengan cara melaksanakan upacara. Seluruh warga
besar Yayasan Pendidikan TNH yang meliputi guru, karyawan, dan siswa dari kelas 5 SD hingga XII SMA mengikuti upacara
tersebut. Upacara itu dimulai pada pukul 06.45 WIB.
Dalam upacara tersebut kita semua dari kelompok Jurnalistik SMP Taruna Nusa
Harapan, melakukan wawancara. Salah satunya adalah kami. Kami dari
kelas VIII, mendapat bagian untuk mewanwancarai seseorang yang
menjadi protokol di Upacara tersebut.
Pembaca
protokol itu bernama Riska. Siswi yang saat ini duduk di kelas XII
IPS di SMA TNH ini, sudah 3 kali dipilih menjadi pembaca protokol
(susunan upacara). Gadis yang berumur 17 tahun ini, berbagi suka dan
dukanya menjadi pembaca susunan upacara. Sukanya menjadi pembaca
susunan upacara adalah bangga dan senang telah terpilih menjadi
pembaca susunan upacara. Dukanya adalah sering meninggalkan
pelajaran hanya untuk melakukan latihan. Dia berlatih selama 5 hari.
- Safira VIII-C
- Solagratia VII-A


Langganan:
Postingan (Atom)





