Abu-abu
Kini dalam ingatan
Terpancar dalam diam
Merunduk terdiam
Puing-puing ingatan
Kembali tercipta
Melupakannya hanya sia-sia
Justru mengingat detail dirinya
Kembali terpaku
Kembali pada masa lalu
Kembali pada misteri
Kembali tuk kekangan
Waktu jadi kendala
Ingin memutarnya
Ingin melupakannya
Hanya keajaiban yang bisa mengulangnya
Rona dirimu
Semakin tercipta semakin kuat
Untuk mengiang-ngiang
Di dalam pikiranku
Sekuat apapun diriku
Seberusaha apapun aku
Kini tak kuasa
Tuk benar-benar melupakanmu
Warta TNH adalah blog yang dibuat untuk memuat hasil karya para siswa SMP TNH Mojokerto yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler jurnalistik.
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Maret 2017
Detik Kehilangan
Kenangan
Masa lalu
Kini semua hanya cerita
Tuk diingat
Semua tentang dirimu
Kini hanya bayangan kelam
Yang terombang-ambing
Dalam ingatanku
Setiap cerita
Setiap detik kebersamaan kita
Ingin kujadikan memori indah
Dalam kehidupan kita
Namun semua sia-sia
Sekarang bukan kita
Tapi dirimu dan diriku
Yang tak mungkin bisa kembali
Masa lalu
Kini semua hanya cerita
Tuk diingat
Semua tentang dirimu
Kini hanya bayangan kelam
Yang terombang-ambing
Dalam ingatanku
Setiap cerita
Setiap detik kebersamaan kita
Ingin kujadikan memori indah
Dalam kehidupan kita
Namun semua sia-sia
Sekarang bukan kita
Tapi dirimu dan diriku
Yang tak mungkin bisa kembali
Asa
Kegembiraan keceriaan
Seakan bertahan dalam senyuman
Tak ada lagi kata "HAMPA" dalam kehidupan
Semua seketika terlukis
Saat ia benar-benar datang
Menghampiri diri ini
Untuk kembali pada masa lalu
Berharap waktu menghentikan
Berharap bisa mengingatnya lebih jelas
Berharap dan terus berharap
Sampai ia kembali dan menjadi milikku selamanya
Tak akan pernah salah
Dirinya benar-benar kembali untukku
Tidak akan pernah melepaskan
Sesuatu yang kudapatkan dengan amat sulit
Walaupun itu hanya sosok
Yang pernah membuat ku membara
Seakan bertahan dalam senyuman
Tak ada lagi kata "HAMPA" dalam kehidupan
Semua seketika terlukis
Saat ia benar-benar datang
Menghampiri diri ini
Untuk kembali pada masa lalu
Berharap waktu menghentikan
Berharap bisa mengingatnya lebih jelas
Berharap dan terus berharap
Sampai ia kembali dan menjadi milikku selamanya
Tak akan pernah salah
Dirinya benar-benar kembali untukku
Tidak akan pernah melepaskan
Sesuatu yang kudapatkan dengan amat sulit
Walaupun itu hanya sosok
Yang pernah membuat ku membara
Andai
Bukan mereka yang kubutuhkan
Bukan mereka yang kuharapkan
Kebahagiaan dan kesengsaraan
Yang terbayang dengan lekat
Selalu ada harap
Yanh terpancar dalam jiwa
Andai ia tau
Andai dirinya sadar
Aku adalah sosok rapuh
Aku adalah seorang gadis tertutup
Menutupnya amatlah sukar
Mengubur kenangan itu sangat menyiksa
Berjalan sendiri
Meratap apa yang menjadi keharusan
Mereka mengenalku
Mereka temanku
Dan mereka hanya sesosok insan
Yang tak mengerti apa-apa tentang diriku
Bukan mereka yang kuharapkan
Kebahagiaan dan kesengsaraan
Yang terbayang dengan lekat
Selalu ada harap
Yanh terpancar dalam jiwa
Andai ia tau
Andai dirinya sadar
Aku adalah sosok rapuh
Aku adalah seorang gadis tertutup
Menutupnya amatlah sukar
Mengubur kenangan itu sangat menyiksa
Berjalan sendiri
Meratap apa yang menjadi keharusan
Mereka mengenalku
Mereka temanku
Dan mereka hanya sesosok insan
Yang tak mengerti apa-apa tentang diriku
Rabu, 25 Januari 2017
HUJAN
Hujan,
Yang selalu membuat rindu menjelajah
Untuk mengembara ke negeri yang jauh itu
Mendengar ceritanya tentang salju yang putih
Mendengar ceritanya tentang daun yang gugur
Sambil menatap pijar biru yang menyimpan keteparan
Hujan,
Yang mengundang datangnya kerinduan
Bisikkan padanya tentang bukit-bukit sepi
Ya, bukit-bukit sepi yang kian menjalar
Ke seluruh tubuhku
Sejak keberangkatannya
Yang selalu membuat rindu menjelajah
Untuk mengembara ke negeri yang jauh itu
Mendengar ceritanya tentang salju yang putih
Mendengar ceritanya tentang daun yang gugur
Sambil menatap pijar biru yang menyimpan keteparan
Hujan,
Yang mengundang datangnya kerinduan
Bisikkan padanya tentang bukit-bukit sepi
Ya, bukit-bukit sepi yang kian menjalar
Ke seluruh tubuhku
Sejak keberangkatannya
Kamis, 08 Desember 2016
IBU
Ketika awal celikkan mata
Senyum pertama penuh sahaja
Ketika ku tiba di dunia
Sentuhan kasih halus menyapa
Kau ada saat pecah tangisku
Suara lembutmu membelaiku
Menghapus ketakutan dalam relung hatiku
Surga di telapak kakimu
Tiada kubantah pepatah dulu
Tak sedetikpun kau berkeluh
Membanting raga untukku, anakmu
Cinta kasih darimu
Akan kuukir dalam hatiku
Segala perkataanmu
Bak cendera mata di pikiranku
Terima kasih ibu
Biarkan Aku menyayangimu
Senyum pertama penuh sahaja
Ketika ku tiba di dunia
Sentuhan kasih halus menyapa
Kau ada saat pecah tangisku
Suara lembutmu membelaiku
Menghapus ketakutan dalam relung hatiku
Surga di telapak kakimu
Tiada kubantah pepatah dulu
Tak sedetikpun kau berkeluh
Membanting raga untukku, anakmu
Cinta kasih darimu
Akan kuukir dalam hatiku
Segala perkataanmu
Bak cendera mata di pikiranku
Terima kasih ibu
Biarkan Aku menyayangimu
Rabu, 02 November 2016
MENGENANGMU
Setahun telah berlalu
Ku telah kehilanganmu
Air mata dan tangis sendu
Sudah tak terdengar lagi
Dukacita telah berlalu
Digantikan sukacita
Banyak hal yang dapat kusyukuri
Di dalam hidup ini
Ku teringat kata-katamu
Pesan-pesanmu padaku
Belajarlah dari sejarah
Biarkan sejarah itu menuntunmu.
Untuk gapai masa depanmu
Ya, guruku
Ku kan lakukan pesanmu
Takkan pernah kulupakan
Ku kan teruskan perjuanganmu
Berlari raih cita-citaku
Semangatmu terukir di hatiku
Bagai api yang tak pernah padam
Terimakasih, guruku
Jasamu kan ku ingat selalu
Ku telah kehilanganmu
Air mata dan tangis sendu
Sudah tak terdengar lagi
Dukacita telah berlalu
Digantikan sukacita
Banyak hal yang dapat kusyukuri
Di dalam hidup ini
Ku teringat kata-katamu
Pesan-pesanmu padaku
Belajarlah dari sejarah
Biarkan sejarah itu menuntunmu.
Untuk gapai masa depanmu
Ya, guruku
Ku kan lakukan pesanmu
Takkan pernah kulupakan
Ku kan teruskan perjuanganmu
Berlari raih cita-citaku
Semangatmu terukir di hatiku
Bagai api yang tak pernah padam
Terimakasih, guruku
Jasamu kan ku ingat selalu
Kamis, 27 Oktober 2016
KASIH
Ia menyatukan
Semua elemen kehidupan
Mulai dari angan
Sampai dengan khayalan
Tidak bisa dikekang
Tidak dapat hanya dipajang
Apalagi diguncang oleh
Kebencian yang menerjang terjang
Ia abadi
Ia selamanya
Kecuali jika ada hari akhir
Ya, kiamat yang menghancurkannya
Setidaknya berilah ia
Kesempatan untuk
Menyatakan dirinya sebagai
Cinta....
Semua elemen kehidupan
Mulai dari angan
Sampai dengan khayalan
Tidak bisa dikekang
Tidak dapat hanya dipajang
Apalagi diguncang oleh
Kebencian yang menerjang terjang
Ia abadi
Ia selamanya
Kecuali jika ada hari akhir
Ya, kiamat yang menghancurkannya
Setidaknya berilah ia
Kesempatan untuk
Menyatakan dirinya sebagai
Cinta....
Kamis, 20 Oktober 2016
PANGGILAN HATI
Dia ambil alat kebunnya itu
Ingin membentuk sebuah karya
Dengan rasa penuh cinta
Yang ada dalam lubuk hatinya
Dia pendam rasa itu
Rasa itu, ya rasa itu
Cinta dari seniman kepada
karya karyanya yang sangat
Melegenda
Fyuhh jadilah
Rangkaian cintanya terlihat
Pada karyanya yang hebat
Yang sama sekali
Tidak dibuat buat
Suara dari perkakas yang
Memecah gendang telinga
Menggembar gemborkan
Insan yang mendengarnya
Dan sekali lagi jadilah
Jadilah karya yang mereka ingin
Jadilah lagi dan jadilah
Legenda...
Entah mengapa
Setelah karyanya seolah olah
Habis dimakan usia
Tetaplah Ia
Membuat apa yang ia inginkan
Ingin membentuk sebuah karya
Dengan rasa penuh cinta
Yang ada dalam lubuk hatinya
Dia pendam rasa itu
Rasa itu, ya rasa itu
Cinta dari seniman kepada
karya karyanya yang sangat
Melegenda
Fyuhh jadilah
Rangkaian cintanya terlihat
Pada karyanya yang hebat
Yang sama sekali
Tidak dibuat buat
Suara dari perkakas yang
Memecah gendang telinga
Menggembar gemborkan
Insan yang mendengarnya
Dan sekali lagi jadilah
Jadilah karya yang mereka ingin
Jadilah lagi dan jadilah
Legenda...
Entah mengapa
Setelah karyanya seolah olah
Habis dimakan usia
Tetaplah Ia
Membuat apa yang ia inginkan
HARAPAN YANG TELAH HILANG
Terbuka di jalan yang lurus
Kesempatan yang berarti
Membawanya semakin tinggi
Tapi mengapa
Serasa dilemparkan ke bumi
Harapan yang telah pupus
Tak berarti lagi
Lama dia termenung
Memikirkan berbagai alasan yang terlintas di benaknya
Betapa malangnya,
Nasib seorang bocah yang tidak tahu apa-apa
Kini ia bertahan
Melewati semua masa suka duka sendirian
Tak ada seruan dari mulutnya
Hanya deru pilu dari dalam hatinya
Jika saja ada seseorang di sana
Tak peduli siapapun
Yang dapat menolongnya saat itu juga
Hari demi hari
Tak peduli gelap atau terang
Ia tak merasakan apa-apa
Yang ada hanya kesunyian
Yang mengisi kekosongan jiwanya
Oh, andaikan ia dapat berlari
Melupakan yang telah terjadi
Namun kakinya tidak bergerak
Semangatnyapun tiada
Apa yang terjadi??
Ia bertanya dalam hati
Namun jawab tak didengarnya
Oleh : Cherish Ravella
Kesempatan yang berarti
Membawanya semakin tinggi
Tapi mengapa
Serasa dilemparkan ke bumi
Harapan yang telah pupus
Tak berarti lagi
Lama dia termenung
Memikirkan berbagai alasan yang terlintas di benaknya
Betapa malangnya,
Nasib seorang bocah yang tidak tahu apa-apa
Kini ia bertahan
Melewati semua masa suka duka sendirian
Tak ada seruan dari mulutnya
Hanya deru pilu dari dalam hatinya
Jika saja ada seseorang di sana
Tak peduli siapapun
Yang dapat menolongnya saat itu juga
Hari demi hari
Tak peduli gelap atau terang
Ia tak merasakan apa-apa
Yang ada hanya kesunyian
Yang mengisi kekosongan jiwanya
Oh, andaikan ia dapat berlari
Melupakan yang telah terjadi
Namun kakinya tidak bergerak
Semangatnyapun tiada
Apa yang terjadi??
Ia bertanya dalam hati
Namun jawab tak didengarnya
Oleh : Cherish Ravella
Kamis, 08 September 2016
SAKIT
Dalam Penderitaan ini
Aku harus kuat
Tak boleh menyerah
Juga jangan mengeluh
Peluh bercucuran, biarlah
Napas darahpun, tak apa
Bertahanlah sebentar lagi
Ini akan berakhir segera
Aku harus kuat
Tak boleh menyerah
Juga jangan mengeluh
Peluh bercucuran, biarlah
Napas darahpun, tak apa
Bertahanlah sebentar lagi
Ini akan berakhir segera
Kamis, 18 Agustus 2016
CINTA TERLARANG
Oleh : Cherish Ravella K
Ku telah jatuh cinta padamu
Entah berapa kali aku berusaha
Melupakan perasaan ini
Memendam dalam dalam isi hatiku
Namun hasilnya nihil
Semuanya sia-sia
Wajahmu selalu ada di sana
Terbayang di benakku
Suaramu begitu menghanyutkan
Matamu memikat hati
Oh, Tuhan...
Tolonglah aku
Hubungan ini tidak bisa
Tidak akan pernah berhasil
Karena aku tahu
Cinta terlarang diantara kita
Sesuatu yang tak bisa kumiliki
Tak bisa kujangkau, kuraih
Duniamu dan duniaku berbeda
Tak akan dapat disatukan
Begitupula engkau dan aku
Kau bagaikan pangeran di kerajaan mewah
Sedangkan aku,
Hanyalah gadis miskin di gubuk tua
Walau begitu,
Hatiku masih berharap
Tanganmu akan terbentang untukku
Hatimu mau menerimaku,
Apa adanya
Akan kau tarik aku dalam pelukanmu
Dan berkata,
"Semua akan baik-baik saja"
Ku telah jatuh cinta padamu
Entah berapa kali aku berusaha
Melupakan perasaan ini
Memendam dalam dalam isi hatiku
Namun hasilnya nihil
Semuanya sia-sia
Wajahmu selalu ada di sana
Terbayang di benakku
Suaramu begitu menghanyutkan
Matamu memikat hati
Oh, Tuhan...
Tolonglah aku
Hubungan ini tidak bisa
Tidak akan pernah berhasil
Karena aku tahu
Cinta terlarang diantara kita
Sesuatu yang tak bisa kumiliki
Tak bisa kujangkau, kuraih
Duniamu dan duniaku berbeda
Tak akan dapat disatukan
Begitupula engkau dan aku
Kau bagaikan pangeran di kerajaan mewah
Sedangkan aku,
Hanyalah gadis miskin di gubuk tua
Walau begitu,
Hatiku masih berharap
Tanganmu akan terbentang untukku
Hatimu mau menerimaku,
Apa adanya
Akan kau tarik aku dalam pelukanmu
Dan berkata,
"Semua akan baik-baik saja"
DELIRIUM KU
OLEH: ANUGRAH EKA ADIYATMA
Aku, jerit ku
Aku, cita citaku
Bagai tandu, yang mengangkat nyawaku
Sebagaimana tangan menuliskan puisiku
Sebagaimana nurani mensucikan jiwaku
Aku, pelarianku
Aku, semangat ku!
Tercaci aku, saat terjatuhku
Oleh ibunda tersayang ku
Dihati meresap deru dan piluku
Akhir dari kesombongan ku
Aku, kesuksesan ku
Aku, peringatan ku!
Fiasko antara tanggung jawab dengan kepercayaan diri
Merupakan kerikil tajam masa depan ku
Aku tak diam
Berjuang, dan harus menang!
Aku, jerit ku
Aku, cita citaku
Bagai tandu, yang mengangkat nyawaku
Sebagaimana tangan menuliskan puisiku
Sebagaimana nurani mensucikan jiwaku
Aku, pelarianku
Aku, semangat ku!
Tercaci aku, saat terjatuhku
Oleh ibunda tersayang ku
Dihati meresap deru dan piluku
Akhir dari kesombongan ku
Aku, kesuksesan ku
Aku, peringatan ku!
Fiasko antara tanggung jawab dengan kepercayaan diri
Merupakan kerikil tajam masa depan ku
Aku tak diam
Berjuang, dan harus menang!
PERBEDAAN
Oleh : Anugrah Eka Adiyatma
Kau suka, dulu terucap
Masih tersimpan, obrolan pendek itu
Mendekati untuk memiliki
Lalu pergi untuk menyakiti
Itu pilu itu deru
Kau miliki untuk kau jauhi
Kau sukai untuk tak peduli
Sekali ini aku lihat bahagiamu
Dengan karib masa laluku
Begitu dekat, hingga tersentuhku
Dalam sebuah tanya
"Apa yang beda?"
Alufiru hatiku, kau buatnya
Hingga aku tak tau
Kau siapa?
Dan mengapa kau suka?
Kau suka, dulu terucap
Masih tersimpan, obrolan pendek itu
Mendekati untuk memiliki
Lalu pergi untuk menyakiti
Itu pilu itu deru
Kau miliki untuk kau jauhi
Kau sukai untuk tak peduli
Sekali ini aku lihat bahagiamu
Dengan karib masa laluku
Begitu dekat, hingga tersentuhku
Dalam sebuah tanya
"Apa yang beda?"
Alufiru hatiku, kau buatnya
Hingga aku tak tau
Kau siapa?
Dan mengapa kau suka?
ANTARA CINTA DAN REMAJA
Oleh : Anugrah Eka Adiyatma
Disana berdua
Disitu berdua
Masih muda dia
Malu tak tahu artinya
Tiada hari tanpa merayu hati
Tak acuhkan dunia yang dihuni
Tamsil waktu milik berdua sendiri
Alibinya berkata
"berdua, semangati belajarnya"
Namun sebaliknya
Tiada malam tanpa mengetik, jemari tangannya
Hingga masa kelamnya
Konflik hati tercipta diantara mereka
Bagai sembilu menikam batinnya
Yang membuat alufiru hidupnya
Hampa hatinya
Hingga ilmu tak dihiraukannya
Ujian tertatih tatih tak kuasa
Dan tak jelas arah, dia punya masa depan
Disana berdua
Disitu berdua
Masih muda dia
Malu tak tahu artinya
Tiada hari tanpa merayu hati
Tak acuhkan dunia yang dihuni
Tamsil waktu milik berdua sendiri
Alibinya berkata
"berdua, semangati belajarnya"
Namun sebaliknya
Tiada malam tanpa mengetik, jemari tangannya
Hingga masa kelamnya
Konflik hati tercipta diantara mereka
Bagai sembilu menikam batinnya
Yang membuat alufiru hidupnya
Hampa hatinya
Hingga ilmu tak dihiraukannya
Ujian tertatih tatih tak kuasa
Dan tak jelas arah, dia punya masa depan
Kamis, 28 April 2016
SEBUAH KATA CINTA
Oleh : Jasephine Angelica
Kata sayang
Kata cinta
Itu yang kudengar dari mulutmu
Rasa sakit
Rasa hancur
Itu yang kurasakan darimu
Kau menghancurkan hatiku
Menusuk jiwaku
Tapi cintaku
Akan selamanya untukmu
Karena aku sayang padamu
Selasa, 22 Maret 2016
PERI ANGKASA
Bertebaran sebuah bintang yang jauh disana
Seolah menyimpan berjuta misteri
Berkedip-kedip dan bermain mata dengan berjuta galaxy
Seolah dia mengajak berkenalan lebih dekat dengan semua
Lentera malam yang sangat indah
Tetaplah menjaga dan menerangi semua angkasa
Untuk kesempurnaan keindahan dunia
Yang akan abadi menghias jagad raya
Cipt: Berliana Firdausa
Seolah menyimpan berjuta misteri
Berkedip-kedip dan bermain mata dengan berjuta galaxy
Seolah dia mengajak berkenalan lebih dekat dengan semua
Lentera malam yang sangat indah
Tetaplah menjaga dan menerangi semua angkasa
Untuk kesempurnaan keindahan dunia
Yang akan abadi menghias jagad raya
Cipt: Berliana Firdausa
Kamis, 17 Maret 2016
SETAN NEGARA
Karenamu, negara bagaikan neraka
Karenamu, negara amat menderita
Karenamu, negara menjadi miskin
Kau munafik
Kau egois
Kau penipu
Sungguh teganya kau menghancurkan
negeri ini
Kau bilang kau pemimpin
Kau bilang kau manusia berwibawa
Tidak!
Kau adalah manusia menjijikkan
Kekayaan
Berlimpah harta
Bukankan itu yang kau inginkan?
Enyahlah kau dari negeri ini
Kau hanyalah setan dalam negeri ini
Apalah gunanya kau hidup
Jika kau hanya ingin
Membuat api di negeri ini??
Cipt: Felicia Rosalina
Kamis, 03 Maret 2016
SUKSES
Ku lihat tangan-tangan
Mencoba menarikku ke lubang yang kelam
Membiarkanku di ambang kegagalan
menjauhkanku dari kesuksesan
Kulihat jurang itu
Jurang kesendirian
Jurang tanpa harapan
Begitu dalam dan kelam
Ku terseret ke dalamnya
Ku coba tuk melawan
Meronta dan meronta
Berusaha untuk mencapai kebebasan
Namun, apalah daya aku
Takkan mampu melawan
Takkan mampu bertahan
Kupasrahkan diriku
Hidup mati urusan Tuhan
Pupus sudah harapanku
Terseret masuk ke lubang itu
Satu suara menyadarkanku
Menarikku kembali ke alam sadar
Tiba-tiba ku teringat
Kata yang tertulis di buku itu
Janganlah takut
Janganlah gentar
Sabarlah akan segala sesuatu
Jalani hidupmu dengan baik
Teruslah berusaha
Jangan pernah menyerah
Kejarlah mimpimu
Masa depanmu penuh harapan
Semangat yang pupus
Hati tanpa harapan
Kini kembali bersemi
Semangat berapi-api
Suara hati berteriak
Berbunyi "aku tidak mau mati"
Jangan jadikan semua ini
Hal yang sia-sia
Ku mencoba dan mencoba
Tak ada kata menyerah
Tak ada kata selesai
Sebelum ku berhasil
Teriakan dan jerih payah
Segala waktu danpeluh ini
Tak kan membatasiku
Capai apa yang kumau
Ku berhasil keluar
Keluar dari lubang itu
Lubang kelam tanpa harapan
Meraih kesuksesan
Mencoba menarikku ke lubang yang kelam
Membiarkanku di ambang kegagalan
menjauhkanku dari kesuksesan
Kulihat jurang itu
Jurang kesendirian
Jurang tanpa harapan
Begitu dalam dan kelam
Ku terseret ke dalamnya
Ku coba tuk melawan
Meronta dan meronta
Berusaha untuk mencapai kebebasan
Namun, apalah daya aku
Takkan mampu melawan
Takkan mampu bertahan
Kupasrahkan diriku
Hidup mati urusan Tuhan
Pupus sudah harapanku
Terseret masuk ke lubang itu
Satu suara menyadarkanku
Menarikku kembali ke alam sadar
Tiba-tiba ku teringat
Kata yang tertulis di buku itu
Janganlah takut
Janganlah gentar
Sabarlah akan segala sesuatu
Jalani hidupmu dengan baik
Teruslah berusaha
Jangan pernah menyerah
Kejarlah mimpimu
Masa depanmu penuh harapan
Semangat yang pupus
Hati tanpa harapan
Kini kembali bersemi
Semangat berapi-api
Suara hati berteriak
Berbunyi "aku tidak mau mati"
Jangan jadikan semua ini
Hal yang sia-sia
Ku mencoba dan mencoba
Tak ada kata menyerah
Tak ada kata selesai
Sebelum ku berhasil
Teriakan dan jerih payah
Segala waktu danpeluh ini
Tak kan membatasiku
Capai apa yang kumau
Ku berhasil keluar
Keluar dari lubang itu
Lubang kelam tanpa harapan
Meraih kesuksesan
Kamis, 25 Februari 2016
ESOK KUNANTIKAN
Indahnya....
Kutatap sesuatu yang
Berwarna kemerehan di ujung cakrawala
Seakan - akan menentramkan hati yang
Tersedu-sedu
Membawa senyum keharmonisan
Yang tidak berakhir
Kemudian, dunia menjadi kelam
Kesunyian serta kesepian menyertai diri
Melenyapkan hingar bingar
Negeri yang makmur
Saat yang paling tepat untuk terlelap
Terlelap dalam mimpi
Dunia kebohongan yang membuat terlena
Serasa waktu yang sangat singkat
Menanti hari esok
Yang terang benderang
Kutatap sesuatu yang
Berwarna kemerehan di ujung cakrawala
Seakan - akan menentramkan hati yang
Tersedu-sedu
Membawa senyum keharmonisan
Yang tidak berakhir
Kemudian, dunia menjadi kelam
Kesunyian serta kesepian menyertai diri
Melenyapkan hingar bingar
Negeri yang makmur
Saat yang paling tepat untuk terlelap
Terlelap dalam mimpi
Dunia kebohongan yang membuat terlena
Serasa waktu yang sangat singkat
Menanti hari esok
Yang terang benderang
Langganan:
Postingan (Atom)