Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN AGAMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

KELUARGA BESAR GURU-KARYAWAN-SISWA KATOLIK TNH RAYAKAN NATAL DI GEREJA SANTO YOSEF

Perayaan natal agama Katolik tahun 2012 ini diadakan oleh SMP TNH pada tanggal 16 Januari 2013 jam 08.00 di Gereja Santo Yosef. Siswa-siswa yang menghadirinya sangat banyak seperti anak SD dari kelas 1-6, anak SMP dan SMA. Beberapa dari mereka sudah ditugaskan oleh guru mereka yang bernama " Pak Petrus ". Pak Petrus menugaskan mereka sebagai lektor, koor dan lain-lain.

   Pada waktu perayaan akan berlangsung, Pak Petrus menyurus anak-anak mematika HP mereka, karena saat misa berlangsung tidak boleh satu anak pun yang bermain HP. Siswa-siswa yang hadir pada saat itu mengikuti misa dengan tertib dan tenteram. Mereka mendengarkan beberapa bacaan dengan tenang, diantaranya adalah bacaan Injil.

     Para petugas juga mengerjakan tugas-tugas mereka dengan baik, contohnya koor. Mereka yang bertugas sebagai koor adalah murid SMP dan SMA TNH. Mereka berhasil menyanyikan semua lagu yang telah disiapkan dengan baik dengan bantuan dirigen. Dirigen itu bernama " Ce Lidya ". Ce Lidya adalah salah satu siswa SMA TNH yang ditugaskan sebagai pelatih anak-anak koor dan dirigen. Dia mengajarinya dengan baik dan sabar sehingga anak-anak yang mengikuti koor dapat menampilkan yang terbaik.

 Acara-acara perayaan natal seperti pada waktu misa biasa. Tetapi pada misa kali ini rsanya terlihat beda karena misa ini merupakan misa yang seru bagi kami. Kami bisa berkumpul bersama dengan merayakan natal bersama-sama di gereja.Sampai pada waktu misa selesai kami masih merasakan senang. Kami foto bersama setelah itu. Kami juga menerima bingkisan makanan waktu keluar dari gereja. Itulah pesta natal bersama kami.....

Vania Carla Devina
     7c     

Kamis, 27 September 2012

"JADILAH PROAKTIF" REKOLEKSI SISWA-SISWI KATOLIK SMP TNH MOJOKERTO

(Kamis,27 September 2012), Pada tanggal 22 September dan 23 September 2012 siswa siswi agama katolik dan beberapa guru SMP Taruna Nusa Harapan mengadakan kegiatan rekoleksi. Siswa siswi tersebut kira kira berjumlah 48 siswa siswi dan beberapa guru yang mendampingi yaitu Pak Jaka, Pak Dion, Pak Petrus dan Bu Jessica. Kegiatan tersebut diadakan di Wisma Betlehem, Poohsarang Kediri dan mereka berangkat pukul 13.00.

Rekoleksi adalah kegiatan swadaya atau kegiatan kerohaniaan di luar jam pelajaran sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung pertumbuhan iman para murid agama katolik. Selama rekoleksi berlangsung peserta wajib menjaga ketenangan, wajib menepati jadwal acara , peserta dilarang keluar dari komplek rumah retret, peserta wajib berpakaian sopan dan peserta wajib menjaga kebersihan kamar dan lingkungan sekitar

Saat di Poohsarang Kediri kegiatan yang dilakukan pada tanggal 22 September 2012 yaitu :
  • Pembukaan dan ibadat diisi dengan doa bersama dan nyanyi bersama di aula
  • Makan malam dengan soto
  • Seson I diisi dengan games yang dibina oleh Pak Jaka.
  • Seson II yaitu lihat film “ Indah Pada Waktunya “. Makna dari film tersebut adalah bahwa kita harus menerima diri kita apa adanya.
  • Ibadat dan renungan malam di Gua Mari diisi dengan doa rosario bersama di Gua Maria.
Saat di Poohsarang Kediri kegiatan yang dilakukan pada tanggal 23 September 2012 yaitu :
  • Ibadat pagi diisi dengan doa bersama dan nyanyi bersama di aula
  • Makan pagi dengan Nasi goreng
  • Seson III diisi dengan Bpk.Drs.Daniel selaku Katekis Keuskupan Surabaya. Pak Daniel memberikan tanyangan yang berjudul “ Jadilah Proaktif “.
    Reaksi dalam menghadapi peritiwa ada 2 macam yaitu :
    a. reaktif  (mudah tersinggung, cenderung menyalahkan orang lain, cepat marah, dan cenderung mengeluh)
    b. proaktif  (bertanggung jawab, tidak mudah tersinggung, tidak cenderung menyalahkan orang lain

  • Snack dengan pisang goreng
  • Misa
  • Makan siang dengan sup dan ayam goreng
  • Sayonara

Oleh : Vinna Lauwrensia


LAPORAN PERJALANAN SELAMA REKOLEKSI DI POHSARANG

Para siswa SMP TNH yang beragama Katolik melaksanakan kegiatan rekoleksi  pada tanggal 22-23 September 2012.  Mereka berjumlah kira-kira 48 anak. Pada pukul 13.00 mereka berangkat. Oleh karena itu, mereka sudah harus berkumpul di sekolah sebelum jam 13.00. Mereka didampingi oleh beberapa guru yang berasal dari SMP TNH, seperti Pak Petrus, Pak Jaka, Pak Dion, dan Bu Jessica. Pak Petrus memimpin doa sebelum berangkat menuju Wisma Betlehem, Posarang. Setelah berdoa mereka berangkat dengan menaiki 1bus dan 1 ELV. Beberapa siswa ada juga yang membawa mobil.

        Setelah sampai di Wisma Betlehem, mereka segera mencari dan masuk kamarnya. Maklumlah mereka sudah sangat capai, karena perjalanan dari Mojokerto-Posarang kira-kira 4 jam. Pak Petrus juga memperbolehkan para siswa untuk istirahat kira-kira 1 jam. Mereka lalu menggunakan waktu tersebut untuk mandi dan beristirahat sejenak.

        Setelah ada bunyi bel yang menunjukkan para siswa sudah harus menjalani kegiatan rekoleksi kembali, mereka segera m,enuju tempat makan. Di ruang makan mereka memakan snake. Selesainya mereka langsung menuju aula untuk menjalani kegiatan selanjutnya. Di aula mereka berdoa. Doa itu dipimpin oleh Pak Petrus. Ketika doa sudah selesai, para siswa langsung pergi ke ruang makan untuk makan malam. Setelah itu, mereka diijinkan beristirahan walaupun cuma sekitar 10 menit.

     Pada pukul 20.00, mereka melaksanakan melihat film yang berjudul Indah Pada Waktunya. Melihat film itu tidak cukup lama karena hanya memakan waktu sekitar 2 jam. Kemudian para siswa pergi ke Gua Maria yang terletak kira-kira 100-200 meter dari wisma. Mereka berdoa rosario di depan patung Bunda Maria. Selesai berdoa para siswa nengambil air suci yang terletak tidak jauh dari patung Bunda Maria.

        Setelah itu, mereka pulang. Ada juga yang masih ingin berjalan-jalan. Tetapi kebanyakan dari mereka langsung pulang dan menuju ke kamarnya. Mereka yang menuju kamarnya bukan ingin tidur, tetapi mereka bermain dengan HP mereka masing-masing. Bahkan ada yang begadang sampai jam 01.00 atau lebih.Mereka mengobrol dengan teman lainnya yang juga belum tidur. Padahal mereka besoknya sudah harus bangun pagi.

            Keesokan harinya, kebanyakan dari siswa-siswa itu bangun pukul 05.00. Karena mereka sudah,harus melakukan kegiatan selanjutnya pukul 06.00. Setelah mereka bersip-siap, mereka segera pergi ke aula. Mereka melaksanakan doa pagi. Selesainya mereka boleh makan pagi. Kegiatan-kegiatan lainnya dijalanidengan baik dan tertib. Salah satunya pada waktu missa di gereja. Mereka menjalaninya cukup baik,walaupun bahasa yang digunakan pada waktu misa adalah Bahasa Jawa. Kebanyakan dari mereka tidak mengerti, tetapi mereka tetap mau missa. Setelah misa mereka boleh belanja.

        Selesainya belanja mereka makan siang dan kemudian pulang. Mereka harus di dalam bus atau ELV lagi selama kurang lebih 4 jam. Tetapi ketika sudah sampai di sekolah kembali mereka bersyukur karena bisa selamat sampai di Mojokerto. Mereka juga senang bisa kembali ke rumahnya lagi dan berkumpul bersama-sama dengan keluarganya. Para siswa juga senang bisa mendapat pelajaran dari kegiatan rekoleksi ini.

                                                                                                        Vania Carla Devina
                                                                                                                    7C.

Kamis, 23 Februari 2012

RABU ABU

Misa Rabu Abu tahun ini sebagai pembuka masa Pra-Paskah diselenggarakan secara serentak oleh Gereja Katolik di seluruh penjuru dunia pada Rabu, 9 Maret 2011. Rabu Abu, merupakan permulaan Masa Pra-Paskah, masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa.
Pada Rabu Abu kita menerima abu di kening kita, karena sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda tobat. Penggunaan abu dalam liturgi berasal dari jaman Perjanjian Lama. Abu melambangkan perkabungan, ketidak-abadian, dan sesal/tobat. Sebagai contoh, dalam Buku Ester, Mordekhai mengenakan kain kabung dan abu ketika ia mendengar perintah Raja Ahasyweros dari Persia untuk membunuh semua orang Yahudi dalam kerajaan Persia. Ayub menyatakan sesalnya dengan duduk dalam debu dan abu. Dalam nubuatnya tentang penawanan Yerusalem ke Babel, Daniel menulis, “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.” (Dan 9:3). Di abad kelima SM, sesudah Yunus menyerukan agar orang berbalik kepada Tuhan dan bertobat, kota Niniwe memaklumkan puasa dan mengenakan kain kabung, dan raja menyelubungi diri dengan kain kabung lalu duduk di atas abu.
Contoh-contoh dari Perjanjian Lama di atas merupakan bukti atas praktek penggunaan abu dan pengertian akan makna yang dilambangkannya.
Yesus sendiri juga menyinggung soal penggunaan abu: kepada kota-kota yang menolak untuk bertobat dari dosa-dosa mereka meskipun mereka telah menyaksikan mukjizat-mukjizat dan mendengar kabar gembira, Kristus berkata, “Seandainya mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu terjadi di Tirus dan Sidon, maka sudah lama orang-orang di situ bertobat dengan memakai pakaian kabung dan abu.” (Mat 11:21)
Jaman dahulu orang-orang Kristen yang melakukan dosa berat diwajibkan untuk menyatakan tobat mereka di hadapan umum. Pada Hari Rabu Abu, Uskup memberkati baju kasar yang harus mereka kenakan selama empat puluh hari serta menaburi mereka dengan abu. Kemudian sementara umat mendaraskan Tujuh Mazmur Tobat, orang-orang yang berdosa berat itu diusir dari gereja. Mereka tidak diperkenankan masuk gereja hingga mereka memperoleh rekonsiliasi dengan bertobat sungguh-sungguh selama empat puluh hari dan menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Sesudah itu semua umat, baik umum maupun mereka yang baru saja memperoleh rekonsiliasi, bersama-sama mengikuti Misa untuk menerima abu.
Bapa Pius Parsch, dalam bukunya “The Church’s Year of Grace” menyatakan bahwa “Rabu Abu Pertama” terjadi di Taman Eden setelah Adam dan Hawa berbuat dosa. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, imam atau diakon membubuhkan abu pada dahi kita sambil berkata: “Ingatlah, manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu”.
Abu dipergunakan untuk menandai permulaan Masa Pra-Paskah, yaitu masa persiapan selama 40 hari menyambut Paskah. Ritual perayaan “Rabu Abu” ditemukan dalam edisi awal Gregorian Sacramentary yang diterbitkan sekitar abad kedelapan.
Dalam liturgi kita sekarang, dalam perayaan Rabu Abu, kita mempergunakan abu yang berasal dari daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya yang telah dibakar. Setelah Pembacaan Injil dan homili, abu diberkati. Abu yang telah diberkati oleh gereja menjadi benda sakramentalia.
Sementara kita mencamkan makna abu ini dan berjuang untuk menghayatinya terutama sepanjang Masa Pra-Paskah, patutlah kita mempersilakan Roh Kudus untuk menggerakkan kita dalam karya dan amal belas kasihan terhadap sesama. Bapa Suci dalam pesan Masa Pra-Paskah pernah mengatakan, “Merupakan harapan saya yang terdalam bahwa umat beriman akan mendapati Masa Pra-Paskah ini sebagai masa yang menyenangkan untuk menjadi saksi belas kasih Injil di segala tempat, karena panggilan untuk berbelas kasihan merupakan inti dari segala pewartaan Injil yang sejati. Beliau juga menyesali bahwa “abad kita, sungguh sangat disayangkan, terutama rentan terhadap godaan akan kepentingan diri sendiri yang senantiasa berkeriapan dalam hati manusia… Suatu hasrat berlebihan untuk memiliki akan menghambat manusia dalam membuka diri terhadap Pencipta mereka dan terhadap saudara-saudari mereka.”
Dalam Masa Pra-Paskah ini, tindakan belas kasihan yang tulus, yang dinyatakan kepada mereka yang berkekurangan, haruslah menjadi bagian dari silih kita, tobat kita, dan pembaharuan hidup kita, karena tindakan-tindakan belas kasihan semacam itu mencerminkan kesetiakawanan dan keadilan yang teramat penting bagi datangnya Kerajaan Allah di dunia ini. Rabu Abu, tanda akan ketidak-abadian dunia, dan tanda bahwa satu satunya “keselamatan” adalah dari Tuhan Allah kita. Selamat memasuki masa Pra paskah. (TNH/AP)
Tabloid Bejana 11/Maret/Th. I/2011 (Thanks to TNH)


Naskah diambil dari sini.

Kamis, 12 Januari 2012

PERSIAPAN PERAYAAN NATAL

(kamis,12 januari 2012) persiapan perayaan natal membuat para OSIS semakin binggung untuk menyiapkan keperluan natal di masing masing gereja (agama Kristen : GBI R.O.C.K. dan agama Katolik : gereja st. Yoseph) yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2012 pada pukul 08.00 – selesai. Persiapan perayaan natal mengadakan sedikit latihan seperti koor, membawa persembahan ke altar, misdinar dan choir.

Murid yang mengikuti koor kira-kira ada 35 anak, yang mengikuti choir kira-kira sekitar 15-20 anak, yang mengikuti misdinar kira kira 4 anak. Latihan misdinar, koor, choir dan membawa persembahan ke altar dilaksanakan di gereja masing-masing dan di sekolah.

Ada beberapa OSIS yang mendapat tugas untuk kegiatan konsumsi, penata acara, bagian dokumentasi ( photo-photo ) dan ada juga yang mendekorasi ruangan gereja. Biaya untuk mendekorasi ruangan sekitar 200.000, biaya untuk konsumsi sekitar 20.000/ kotak. Murid-murid SMP dan SMA TNH dikenakan biaya 25.000/ anak untuk dana natal atau biaya untuk membeli bahan dekorasi, konsumsi dll.

Survei ruangan gereja kristen dan katolik telah dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2012 oleh beberapa OSIS SMA TNH. Penata acara sudah disiapkan di jauh jauh hari. Dekorasi ruangan belum dilaksanakan rencana akan dilaksanakan sebelum hari H yaitu pada tanggal 17 Januari 2012.


Oleh : S. Mulan N & Vinna Lauwrensia T

Kamis, 07 Oktober 2010

MENJADI MANUSIA BARU

Seperti halnya judul tulisan ini, demikianlah tema yang diusung dalam kegiatan rekoleksi yang dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Oktober oleh para siswa SMP TNH yang beragama Katolik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wisma Yohanes Poh Sarang, Kediri dst.