Warta TNH adalah blog yang dibuat untuk memuat hasil karya para siswa SMP TNH Mojokerto yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler jurnalistik.
Kamis, 20 Oktober 2011
PERJUANGAN SEORANG ANAK
Kamis, 14 April 2011
KISAH HATIKU
November, 29
Teringat kembali di pikiranku, kata- katamu dulu,
“Aku tak butuh pengecut sepertimu.”
Ucapanmu sontak menghentikan waktuku. Tatapanmu dingin kala itu. Dan yang lebih parah lagi tatapan itu kau tujukan untukku.
Sekarang, aku bersimpuh di dekat nisanmu. Menangisimu walau kau tak tahu.
************************
Januari, 13
Sekarang hari ulang tahunmu, kan? Aku masih ingat. Meski kau sudah tak ada lagi, aku akan merayakannya. Sendiri, di depan pusaramu. Aku berjalan ke sana. Langkah demi langkah kujalani tanpa sadar. Beberapa menit berlalu baru aku sadar aku telah berada di makammu. Menatap nisanmu membuat aku amat sedih. Rasanya seperti aku ditusuk – tusuk dari segala arah. Itu membuatku hancur. Rasanya, aku tak sanggup. Pandanganku menggelap dan …..
**************************
“Benarkah? Aku pingsan di sini?” tanyaku.
“Iya. Kalau saat itu, aku tidak berziarah ke makam Ayahku juga, kau pasti tak ditemukan.” ujarnya.
“Oh, baiklah. Terima kasih.”
“Sama – sama. Oh ya, kenalkan aku Dania.”
“Aku Reyhan.”
Ia pun berlalu secepat kedatangannya. Aku bergegas berdiri dan berlari pulang. Pikiranku kosong. Tibalah aku di rumahku, dan kutemukan rumahku tak lagi di sana. Aku termangu. Rumahku lenyap. Lantas, di mana ibuku, Ayahku, dan adik kecilku? Seseorang menghampiriku.
“Reyhan?”
“Iya. Siapa ya?”
“Ini Dania. Masa kamu lupa?”
“Oh, ya, benar. Ini rumah siapa, ya?” ujarku sembari menunjuk tempat yang dulunya rumahku.
“Tentu saja rumahku. Kamu mau mampir? Ayo, masuk.”
“Oke.”
Tiba – tiba saja, badanku bergoyang dan pandanganku memburam.Dania berteriak panik dan hilang dari pandanganku.
***************************
“Rey? Kamu enggak apa – apa, Nak?”
Itu suara.... Ibuku? Apa Ibu sudah kembali? Di mana aku? Kubuka mataku dan tampak raut cemas Ibuku memenuhi layar pandangku. Bagaimana mungkin, rumahku lenyap dan dalam sekejap kembali lagi? Apa aku sudah mulai gila?
“Rey?” tanya Ibuku lagi.
“Enggak apa – apa, Bu. Aku baik – baik aja.”
************************
Juli, 13
Aku tengah bertanding basket, olahraga kesukaanku. Aku mengoperkan bola ke temanku dan ia mengkonversinya menjadi dua poin untuk timku. Sorakan teman – temanku menggemuruh. Aku bagai melayang dan mataku bersinar – sinar. Lalu, kegelapan menelanku.
***********************
Aku membuka mata. Aku ada di makam Dania, mantan pacarku yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas tanggal 28 November lalu. Aku kebingungan. Bukankah tadi aku berada di lapangan basket? Berjuang untuk kemenangan timku? Lantas, mengapa aku tiba – tiba berada di sini?
Aku berpaling dan melihat..... Itu kan Dania? Ia menghampiriku dan berkata,
“Ikut aku, yuk. Ada yang mau kubicarakan.”
Bertentangan dengan akal sehatku, aku menjawab, “Oke.”.
Ia mengajakku ke taman kecil di dekat sana. Ia berkata,
“Indah, bukan tempat ini? Aku selalu berharap bisa mengajakmu ke sini. Ini tempat favoritku sejak kecil.”
“Indah sekali. Tapi, apa tujuanmu mengajakku ke sini?”
“Aku hanya ingin menunjukkan taman ini padamu. Itu keinginanku sampai aku meninggal dunia karena kecelakan itu.”
“Itukah sebabnya, kau membuatku pingsan saat hari ulang tahunmu?”
“Bukan, Reyhan. Itu bukan aku. Dan saat inipun bukan aku yang menyebabkan kamu berada di sini.” ujarnya sambil tersenyum sedih.
“Lalu siapa yang membuatku seperti ini?”
“Itu semua perbuatanmu, Reyhan. Alam bawah sadarmu telah menciptakan ilusi ini karena terlalu cintanya kau padaku. Ini semua bukan ulahku. Dan sebentar lagi setelah kau tahu ini kau takkan mengalami ini lagi. Selamat tinggal, Reyhan.”
Tunggu....!!!!, batinku berteriak tapi tak satu kata pun mampu kuucap. Dania mulai mengabur dan taman itu juga, berganti dengan wajah – wajah cemas temanku.
“Rey, kamu enggak apa – apa?”
“Oh, aku baik – baik aja. Emang apa yang terjadi sama aku?”
“Kamu tiba – tiba ambruk seperti orang kesakitan. Dan kau baru sadar sekarang.”
Oh, jadi kata – kata Dania tadi benar? Aku yang menyebabkan diriku seperti ini karena terlalu mencintainya? Is that true?
Tiba – tiba sesosok manusia melintas di belakang teman – temanku. Itu adalah Dania. Ia tersenyum padaku. Aku mengucek – ngucek mataku. Dania pun lenyap tak berbekas. Aku tak tahu apa itu ilusiku lagi atau bukan, tapi aku berjanji aku harus mulai bisa melupakan Dania dan membuka hatiku untuk orang lain. (by Rani 8a)
Kamis, 10 Maret 2011
PERSAHABATAN
Suatu hari ada sepasang sahabat,mereka bersahabat dari kelas 2 SMP mereka bernama Jessica dan Caroline,tapi persahabatan mereka hampir rusak karena teman mereka, yaitu Geisa.
Suatu hari Tiara sedang berduka lalu dia menceritakannya kepada Jessica. Akhirnya Jessica pun dekat dengan Tiara dan melupakan Caroline. Caroline pun tidak tahu kalau Tiara dekat dengan Jessica karena Tiara ingin menceritakan isi hatinya sekarang, karena Tiara melarang Jessica bercerita kepada siapapun. Setelah semuanya rahasia Tiara terbongkar Caroline pun marah kepada Jessica karena mengapa dia tidak bercerita tentang hal ini dari sebelumnya. Lalu Jessica pun berkata :“ Karena Tiara melarangku untuk berkata kepada siapapun tentang hal ini ! “. “ Ya.. seharusnya kamu tetap menceritakan hal ini kepadaku karena kamu sahabatku “,kata Caroline.
Keesokan harinya Jessica tetap saja bersama Tiara, tapi Caroline membiarkan saja. Sudah 2 bulan Tiara bersama Jessica. Dan pada suatu saat setelah pulang dari sekolah saat Tiara telah pulang terlebih dahulu Jessica pun bersama dengan Caroline, Nay dan Clarita menunggu mereka dijemput di depan sekolah. Pada saat itu Caroline pun mengungkapkan semua tentang isi hatinya. Nay dan Clarita juga membantu Caroline untuk berbicara.
Setelah itu Jessica pun menyadarinya dan meminta maaf kepada Caroline tentang sikapnya selama ini. Keesokan harinya Caroline bersama lagi dengan Jessica .
By : Winda I.F / VIII B
Kamis, 27 Januari 2011
DUA ORANG TAHANAN
Tahanan yang pertama bersikap optimis sedangkan tahanan kedua bersikap pesimis. Sikap optimis memampukan orang untuk melihat, mengambil sikap dan menikmati hidup sebagai suatu yang indah, sedangkan sikap pesimis membuat orang tidak menghargai hidup.
*Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bagi orang yang optimis hidup kesulitan adalah tantangan, sedangkan bagi orang yang pesimis kesulitan adalah bencana. :)
Kamis, 26 Agustus 2010
BAJU LEBARAN FATIMAH
oleh: Natasya Angelin dan Bernice Megale
Pada saat Bulan Puasa seringkali kita jumpai, para pedagang menjual berbagai makanan dan minuman untuk buka puasa. Seperti halnya dengan Fatimah. Fatimah adalah anak seorang penjual es dawet. Ia adalah anak yang sangat rajin. Setiap hari saat menjelang buka puasa, ia membantu ibunya untuk berjualan es dawet di pasar. Fatimah hidup berdua bersama ibunya. Meskipun harus berjualan es dawet setiap hari, tetapi Fatimah tidak pernah mengenal lelah untuk belajar demi masa depannya.
Selain anak yang rajin dan berbakti pada orang tuanya. Fatimah adalah anak yang pandai di sekolahnya. Ia selalu mendapatkan juara dan penghargaan dalam berbagai lomba. Suatu hari ada acara Pondok Ramadhan di sekolahnya. Setiap siswa yang hadir diharuskan untuk memakai pakaian muslim. Tetapi baju muslim yang dimiliki oleh Fatimah sudah tidak cukup lagi. Ia merasa kasihan jika meminta uang pada ibunya, karena ia tahu bahwa ibunya sudah menyimpan uang hanya untuk pulang kampung. Fatimah bingung harus bagaimana.
Keesokan harinya pada saat Fatimah pulang sekolah. Ia bertemu dengan seorang anak yang jatuh dan menangis kesakitan. Hati Fatimah merasa iba saat ia melihatnya. Ternyata anak itu adalah anak tetangga Fatimah. Akhirnya, ia menolong anak kecil itu dan mengantarkannya pulang. Sesampai di rumah anak itu, Bu Kholifah keluar dengan wajah cemas dan gelisah. Tetapi kecemasan itu hilang dalam waktu sekejap saat ia melihat Ahmad, anaknya pulang. Bu Kholifah sangat berterima kasih pada Fatimah yang telah menolong Ahmad. Akhirnya, Bu Kholifah memberikan sedikit uang sebagai rasa terima kasihnya pada Fatimah. Fatimah tidak tahu harus bagaimana, dengan penuh rasa kaget dan senang, ia menerima uang itu.
Dalam perjalanan pulang kerumah Fatimah mampir ke sebuah toko baju muslim milik teman baik ibu Fatimah. Saat Fatimah hendak membayar baju muslim yang dibelinya , teman baik ibunya tidak mengizinkan ia untuk membayarnya. Padahal, Fatimah sudah memaksa untuk membayarnya. Malahan sang penjual berkata “ Baju ini sebagai pengganti es dawet yang pernah saya dapatkan dari ibumu saat saya lupa membawa dompet, sekaligus sebagai bingkisan ramadhan buat kamu ”.
HAL YANG TERBAIK
Ada seekor merpati yang mencintai mawar putih,tapi mawar itu selalu menolaknya. Merpati itu tidak pernah putus asa tuk mencintainya. Lalu mawar putih itu berkata “Kalau kamu bisa merubah warna aku menjadi merah aku mau mencintai mu”. Lalu merpati itu memotong sayapnya untuk mewarnai mawar tersebut. Akhirnya mawar itu mengerti bahwa merpati sungguh sungguh mencintainya tapi semua sudah terlambat, merpati itu telah mati...
“ Hargailah setiap orang yang mencintaimu karena kita tidak pernah tau mana yang terbaik dan jangan pernah menyesal akan hal yang telah kamu buang, karena pada akhirnya kamu baru menyadari jika hal itulah yang terbaik bagimu. “
Rabu, 07 Oktober 2009
KISAH CINTA SEORANG ANAK
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar di kepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”
Jadi guys,kita bisa ambil hikmahnya dari sini.Betapa seorang anak sangat menyayangi ibunya meski ibunya tak suka dengan dirinya.Jadi, meskipun kita benci ma seseorang,harus kita maafkan seperti cerita di atas...
Okey guyss!!!!
Jadi Don't Forget.."Orangtua selalu Menyayangi Anaknya"
Kalau misalnya Orangtua mu lagi marah,berarti itu "SAYANG"