Tampilkan postingan dengan label RAPHAELLA MIRARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAPHAELLA MIRARI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

LANGIT MALAM

LANGIT MALAM

Gelap hitam membentang
Bertabur berlian
Bintang
Menemani bulan
Menghias dunia
Memandangnya
Tak terasa diriku melayang
Terbang 
Menuju mimpi terdalam
Ku t'lah lelap
Memandangi langit malam 
 
Raphaela Mirari

Dari Single ke Double

Perkenalkan namaku Roran. ciri-ciriku itu tinggi sekitar 171 cm. berambut pirang. dan yah single. aku satu-satunya anak single di kelasku. tapi tak apa. yang satu ini pengalamanku yang menyenangkan...
    Waktu itu, tepat pukul 7 pagi di hari Rabu. Jam wekerku berbunyi nyaring. Suara yang aku benci. Aku mandi dan bersiap untuk sekolah. Jove, dia sahabatku, sudah menungguku didepan rumah. "Roran!!! cepatlah!! Kau tahu hari ini hari apa, huh? Mrs. Sophia akan memakan kita jika kita terlambat!" teriaknya. aku tergupuh-gupuh. Dan keluar dengan menggigit selembar roti. "Apa kau kesiangan lagi?" tanya Jove. "Tidak. Hanya saja aku masih ngantuk".
    Yups, Jove benar. Kami terlambat. "Roran, akan kubunuh kau, kalau kita kena hukuman berat" kata Jove. Aku menggertakkan gigiku. Dan... Saat aku dan Jove masuk, Mrs.Sophia melihat kearah kami. Seakan-aka dia akan menerkam kami. "Jove, Roran. kalian terlambat?".Kami hanya bisa diam sambil menggenggam erat tas kami. "CEPAT KALIAN BERSIHKAN TOILET DAN LAPANGAN!!! DALAM SATU JAM, SAYA AKAN MENGECEK. JIKA BELUM SELESAI...KALIAN AKAN MENDAPATKAN KEJUTAN YANG LAIN!!!" Marah Mrs.Sophia pada kami.
    Kami segera lari menuju toilet. "Jove, kabar buruknya adalah ada sekitar 5 toilet di sekolah ini". Jove langsung menatapku. "Ini celaka. Cepat roran. kau bersihkan lapangan dan aku toilet! cepat!!!". Kami berlari dan berpisah. bagus, lapangan besar ini penuh dengan daun kering. Dan sepertinya angin tidak bersahabat juga.
    Waktu aku menyapu dedaunan, aku melihat cewe. Sepertinya dia murid baru disekolah ini. Dia datang menghampiriku, dan bertanya. "Bolehkah aku bertanya?". Tanyanya dengan suara yang lembut. "B-b-boleh". "Dimana tempat kelas 12?". Itu kelasku. dia pasti kena hukum juga nantinya. "Yah, temyu. letaknya tidak jauh dari lapangan ini. tinggal jalan lurus, belok ke kanan. Ada kelas bercat putih, itulah kelas 12" Dia pun mengangguk, "terima kasih". Cewe itu berlari, mengikuti arah yang kukatakan. Aku belum sempat menanyakan namanya.
    Tak lama kemudian, cewe itu datang lagi padaku. "Hey! Kamu Roran 'kan?". Dia menyebut namaku? dari mana ia bisa tahu namaku? "Mrs.Sophia menyuruhku membantumu. Karena aku terlambat". ooh Mrs.sophia. "Baiklah. aku belum tahu namamu" Kataku sambil menggenggam erat sapu. "ooh. maaf. Namaku Phaell. Aku murid baru disini. Aku tinggal di West Road 13A". Katanya memperkenalkan diri. West Road? Itu rumahku. Tapi aku West Road 11A. Dia tetanggaku? Bagaimana aku tidak tahu?. tapi akhirnya aku menyapu bersama dia, Phaell. Pekerjaanku sudah selesai, begitu juga Jove. kami masuk kelas bersama.
    Bel istirahat berbunyi. semua murid keluar kelas kecuali satu, Phaelli. Mungkin dia belum dikenal banyak anak. Tapi dia akan kesepian. aku ajak saja. pikirku. "Paell, Kenapa kamu tidak makan? mau kah kamu istirahat denganku?" tanyaku tergagap-gagap. Dia tersenyum "Baiknya kamu. baiklah aku mau". Kami pun Beristirahat ria bersama. Kami saling menceritakan pengalaman kami. Bertukar cerita, lebih tepatnya.
    Sepulang sekolah, aku menanyakannya lagi "Phaell, kamu mau gak pulang bareng. Mumpung rumah kita berdekatan". Wajah gembira menghiasi wajahnya. Dia mengangguk. Jove datang. "Silahkan naik, tuan dan nona". aku memelototi Jove. Didalam mobil, kami bernyanyi-nyanyi. Paell juga ikut menyanyi. Sampai juga di West Road. Jove menurunkan kami. "Terima kasih Jove, Roran :)" kata Phaell sambil senyum. 
    Aku membuka pintu rumah. Memandang langit-langit rumah. Akhirnya aku punya ide. Aku pun pergi kerumah Phaelli. Aku mengetuk pintu rumahnya. Dan... "Ada apa Roran?" Tanyanya melalui jendela. Terdengar hentak kakinya berlari membuka pintu. "mmmmmmm. mau gak, kamu main sama aku" tanyaku. Phaell pun berteriak "Ma! Bolehkan aku berjalan-jalan dengan Roran?!". Terdengar teriakan mamanya meng-iyakan. "Ya. Boleh". Saat Phaell mau menutup pintu papanya keluar. "Hati-hati, ya". kami mengangguk serentak.
    Dijalan kami bercakap banyak. "Roran, aku lupa memperkenalkan orang tuaku. nama mamaku itu Perrie. dan papaku Zayn". aku mengangguk. Kami berjaan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Karena merasa tidak enak aku mulai berbicara "Apakah kamu tahu? Taman kota disini sangat bagus untuk bersantai". Tanyaku. "Oh-Ya? Aku ingin tahu". 
Tidak lama kemudian, kami sampai ditaman kota. Kami duduk disalah satu kursi dibawah rindangnya pohon. kami sempat berbincang-bincang sedikit, dan bercanda. Angin bertiup kencang, meniup rambut brunette Phaell. Serasa, waktu membeku. Aku ingin berkata, tapi aku tidak bisa. "ooh, jangan gagalkan aku sekarang" Kataku dalam hati. 
"Roran? Kamu tak apa, kan?". Kata Phaell sambil tertawa. " ooh aku tak apa...". Phaell menjawabku dengan senyuman manis. "Aku harus mengatakan yang sebenanrnya! Aku bukan pecundang. Ayolaah, Roran". Aku terus berbicara pada diriku sendiri. "Ini dia...' 
Aku akhirnya memberanikan diri berkata, "Phaell?". "Ya, Roran?". "Aku sebenarnya ingin mengatan ini dari pertama...tapi, aku ingin menentukan saat yang tepat. mmmm, Aku suka sama kamu.." Kataku perlahan. Aku pikir Phaell akan mengatakan hal sebaliknya, tapi.. "Roran, Roran. Baiklah, kita jalani saja". Kata Phaell sambil mencubit pipiku. Hari mulai malam senaiknya kita pulang.
Aku mengantarkan Phaell pulang terlebih dahulu. Phaell melambaikan tangan dan memelukku. Aku pun pulang dan masuk kedalam rumah. serasa hidup baru dimulai. aku berbaring di tempat tidur hingga aku pun tidur. hha.
Yups! Itulah ceritaku. Dari single ke double. Akhirnya aku bukan satu-satunya lagi yang single xx. 
 
(oleh Raphaela Mirari)

Kamis, 23 Mei 2013

MASA DEPAN

Ku berjalan maju,
Menatap mentari
Bersinar terang...
Hingga mentari menghilang
Kuberlari,
Tapi terlambat sudah,
Kumendaki Gunung,
Mencari mentari
Kuterdiam...
Hingga,
Suatu saat
Munculah mentari baru
Bersinar lebih terang
Masa depan...

Kamis, 18 April 2013

ANJINGKU

Kenanganku bersama anjingku sangatlah banyak. Ini ceritaku...    hari ini adalah hari ulang tahunku. akuberharap akan mendapat hadiah yang banyak dan bagus-bagus. "hari ini ulang tahunmu, kan? kamu mau papa beri hadiah apa?" tanya papaku. "aku mau impianku dari dulu!  anjing!" seruku. tentu saja kedua orang tuaku menerima permintaanku, karena aku sudah berumur 12 tahun dan aku bukan anak kecil lagi. aku tidak mudah ditipu lagi seperti dulu.
    papaku langsung pergi ke toko hewan untuk membeli apa yang aku minta. saat pulang ke rumah, aku tak menyangka papaku membelikan anjing  Golden Retriever . wooow!!! itu pasti tidak murah. "terima kasih. kalian membelikan apa yang melebihi bayanganku!" kataku. aku terharu sekali. setiap pagi aku ajak anjingku untuk berlari bersama di taman. aku juga memandikan mereka setiap minggu.     suatu pagi, aku berangkat ke sekolah menaiki sepedaku. Drowndgo (nama anjingku) seperti bersedih ketika aku berangkat. aku memamerkan hewan peliharaanku yang baru kepada teman-temanku. "memang anjingmu itu bagus ya?" tanya Sarah (sahabatku). "tentu bagus, dia itu anjing yang pintar" aku mengatakan dengan bangganya. " Trilndt, jangan buat anjingmu menjadi anjing malas ya! " katanya. "waaah Sarah, kamu memang sahabatku yang baik yah sangaaaaaaaaaat baik" sepertinya aku memujinya terlalu lebay dan keras, sehingga hampir semua orang di kantin menertawakanku. aku jadi malu.     hari minggu. papa mamaku mengajakku pergi ke pantai. rasanya menyenangkan, mungkin bisa saja tidak. perasaanku jadi buruk, karena semalam anjingku tidak mau diam, dia gelisah. saat di mobil kami bernyanyi riang (seperti mobil gila). tidak bagi anjingku, ia justru duduk diam menikmati udara sejuk. sesampainya kami di pantai, aku melepaskan tali anjingku. yaaah biarkan dia bebas tanpa dikekang. "Saatnya berenaaaaaang!". aku berenang jauh dari anjingku. aku melupakan satu hal, AKU TIDAK BISA BERENANG JIKA ADA OMBAK DAN TEMPAT ITU DALAM TIDAK DANGKAL katakan saja aku (bukan "tidak") belum bisa berenang. tepat ada ombak, aku tidak melihatnya. Drowngo menggonggong kepadaku. yaaap tepat sekali, aku berteriak minta tolong. aku hampir saja membayangkan bagaimana jika aku mati, aku mulai kehabisan tenaga, dan berhenti berteriak. "bodohnya aku, sudah tau tidak bisa berenang, malah berenang." kataku dalam hati.aku melihat Downgo berenang kearahku. dia menggigit bajuku, dan menarikku ketempat kering. mama papaku langsung bertanya-tanya padaku. pertanyaan mereka sangat aneh "apa kamu melihat hiu?" tanya papaku.
    wooow itu pengalaman yang tak akan aku lupakan. aku selalu memperingati diriku. jika aku tidak bisa aku harus belajar dulu sebelum melakukannya. dan sekarang pun aku sudah bisa berenang ( asiiiiiiiiik =) ). sampai sini saja pengalamanku.

SALAM                                                                DOWNGO&TRILNDT                               

Kamis, 10 Januari 2013

MY LOVELY

My lovely...
    Saat aku bersamanya
    Selalu merasa tenang dan bahagia
    Adalah sebuah kehangatan
                                                         Tetapi...
                                                         Kini ia pergi
                                                         Meninggalkanku sendiri
                                                         Tak ada yang menemani
    Rindu aku akan dia
    Yang telah pergi
    Entah kemana
    Akan kukenang
                                                        Meski kau bersama yang lain
                                                        Aku tetap menyayangimu
                                                        Mencintaimu
                                                        Selamanya...

GATOT NGACA

Aku punya teman , Gatot namanya. Dia adalah anak yang baik hati . Banyak orang yang mengenalinya. Tetapi dia memiliki satu keanehan. Yaitu "suka mengaca" . Hanya beberapa orang saja yang mengetahinya. Selain itu, dia juga terampil dalam hal kesenian dan sejarah. Bila ada pelajaran sejarah, temannya akan kerumahnya. "Kalau ada anak yang datang kerumahku untuk belajar akan kubukakan pintu. Tetapi bila untuk bermain sorry cuy, gak bisa ".
    Keesokan harinya, Gatot sudah siap disekolah. Tetapi , ia harus ketoilet buat ngaca. Ia sengaja datang pagi agar tidak ada yang tau bila ia suka mengaca. "sekarang sudah selesai, karena sebentar lagi teman-teman pasti datang" . Katanya seraya berjalan. 'KRIIIIING', bel sekolah berbunyi. Akhirnya semua murid masuk kekelas. "Selamat pagi anak-anak" kata pak Joni, guru B&K . "Kenalkan, ini pak Eddy. Pak Eddy ini yang nantinya akan mengajar tata boga" kata pak Joni lagi. tiba tiba saja terdengar suara "YEEEESSSS...". Semua murid memandang Gatot. "Gatot, kenapa kamu sangat kegirangan ?" tanya Elim sahabatnya. "yaaaaaah. Tidak apa-apa, hanya senang pelajaran tata boga tetap berjalan, walaupun bu Lena sudah pensiun!" Kata Gatot sambil menahan malu.
    'TING...TUUNG....' Bel itu menandakan waktunya istirahat. Itu saatnya Gatot kembali ketoilet  hanya untuk mengaca. Sesaat kemudian, Elim datang mencari Gatot. Tanpa sepengetahuan Gatot tiba tiba saja Elim datang dari belakang Gatot. "Gatot. Sedang apa kamu disini? Kenapa kamu mengaca? Apa kamu ingin menjadi perempuan?". Pertanyaan itu membuat Gatot sakit hati. Maklum, Gatot adalah anak yang paling sensitif  dikelas. Mulai saat itu Gatot tidak mau berkomunikasi dengan Elim. "Gatot. Kamu marah ya soal perkataanku tadi? Kalau kamu marah aku terima kok. Aku janji deeh gak akan mengatakan itu lagi. apa aku terlihat serius?" kata Elim. Akhirnya, karena tidak mau memiliki musuh, Gatot memaafkan sahabatnya.
    "Bener lohhhh tidak mengatakan hal itu lagi, janji". "Tapi Gatot. Ada satu yang aku mau katakan sama kamu" Saut Elim. "Apa?". "Tolong jangan mengaca lagi. iItu saja". Kata Elim seraya meninggalkan Gatot untuk pulang. "Akan aku usahakan" Seru Gatot. Keesokan harinya, Gatot berusaha meninggalkan kaca kaca yang ada dikamarnya. Akhirnya dari situlah Gatot mulai meninggalkan kaca yang selam ini menjadi teman hidupnya.