Tampilkan postingan dengan label GALERY FOTO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GALERY FOTO. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2016

SMP TNH MEMENANGI LOMBA PADUAN SUARA TINGKAT KOTA MOJOKERTO

Selasa, 16 Agustus 2016 menjadi hari yang membanggakan untuk SMP TNH karena Tim Paduan Suara SMP TNH berhasil meraih juara I lomba paduan suara tingkat SMP/MTs se-Kota Mojokerto. Tim paduan suara di bawah asuhan Petrus Due Moi, S.Pd. dan Rr. Laksminari M. Marakata, S.Pd. ini berhasil meraih juara pertama setelah dinilai unggul oleh dewan juri dibandingkan 15 sekolah setingkat SMP yang lain. Dalam lomba tersebut, SMP TNH tampil di urutan 14 dari 16 sekolah yang ikut serta.
TIM PADUAN SUARA BERPOSE SETELAH MEMENANGI LOMBA TINGKAT KOTA MOJOKERTO

SESAAT SETELAH MENERIMA PIALA DI AULA DINAS PENDIDIKAN KOTA MOJOKERTO



Rabu, 13 Januari 2016

BERLIBUR DI MALIOBORO


Oleh: TONI KRISTIANDARU

Liburan Natal dan Tahun Baru yang lalu, saya menyempatkan diri untuk menikmati suasana di Jalan Malioboro. Perjalanan dimulai di Stasiun Tugu Yogyakarta yang legendaris itu yang merupakan batas antara Jalan Mangkubumi dan Jalan Malioboro.
Begitu menginjakkan kaki di trotoar Jalan Malioboro, lautan manusia terlihat di sisi kiri maupun kanan Jalan Malioboro yang terkenal itu. Maklum, saat itu adalah musim liburan, dimana penduduk dari berbagai daerah di Indonesia mendatangi Kota Yogyakarta. 

Begitu padatnya lalu lintas para pedestrian, sehingga kecepatan jalan saya hanya 1 km/jam. Keasyikan saya window shopping souvenir, agak terganggu dengan kewaspadaan menjaga saku kanan dan kiri dari para pengutil dompet dan handphone.
Berbagai bentuk souvenir tersedia baik di toko maupun pedagang kaki lima yang berderet sepanjang Jalan Malioboro. Mulai dari kelengkapan busana berupa topi, asesoris, kaos oblong, t-shirt, daster wanita, rok, celana panjang, celana pendek, sampai dengan alas kaki bermotif khas Yogyakarta menggoda para pelancong untuk memilikinya. 

Demikian pula cinderamata berupa replika bangunan bersejarah di Yogyakarta dan sekitarnya berupa Tugu Yogyakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan miniatur beberapa bangunan bersejarah berbaris di sepanjang emperan toko. Saya pun terpikat dengan satu replika Tugu Yogyakarta, tanpa pikir panjang saya pun setuju untuk mengeluarkan kocek sebesar Rp 30.000,00 untuk memperolehnya. Barang-barang seni seperti miniatur alat musik tradisional, miniatur alat transportasi khas Yogyakarta seperti Andong dan Becak, juga gantungan kunci tidak luput dari incaran para turis domestik dan mancanegara.

Suhu udara yang panas dan penatnya kaki semakin mengocok perut dan mengeringkan kerongkongan manakala rombong bakso, soto ayam, dan es teler durian khas Yogyakarta menyapa saya di beberapa persimpangan jalan.
Setelah bertarung melewati ratusan pedagang kaki lima dan menyibak konvoi manusia akhirnya saya tiba di Pasar Beringharjo yang merupakan ujung Jalan Malioboro. Di tempat tersebut Becak dan Andong menawarkan cara nikmat melanjutkan perjalanan. 

Namun saya memilih untuk terus melangkahkan kaki menuju dua bangunan bersejarah di depan saya, yaitu Gedung Agung di sisi kanan dan Benteng Vredeburg di sisi kiri. Setelah mengabadikan beberapa sisi menarik dari kedua bangunan bersejarah tersebut sampailah saya di Titik Nol Kota Yogyakarta, atau Pusat Kota Yogyakarta yaitu di batas antara ujung Jalan Malioboro menuju Alun Alun Utara Kota Yogyakarta. Beberapa langkah di depan Titik Nol, di sisi kiri dan kanan, teguh berdiri bangunan saksi sejarah yaitu Kantor Pos Yogyakarta dan Gedung Bank Indonesia Cabang Yogyakarta di sisi kiri di dan Gedung Bank BNI 1946 di sisi kanan.

Demikianlah perjalanan saya menyusuri Malioboro, sekian dan terima kasih.

Rabu, 18 November 2015

ANGELA MERICI HERDYANA PROKLAMAGITA, OLAHRAGAWAN DARI SMP TNH

Tokoh yang akan mengisi rubrik profil kali ini adalah Angela Merici Herdyana Proklamagita. Namanya sudah tidak asing lagi di kalangan olahragawan atletik tingkat SMP se-Jawa Timur. Beberapa kali Lala, demikain panggilan akrabnya, berhasil memenangi lomba atletik baik di tingkat Kota Mojokerto maupun di Jawa Timur. Bahkan, beberapa saat yang lalu dia berhasil meraih juara tingkat nasional.  

Gadis yang lahir pada tanggal 17 Agustus 2001 ini mulai menekuni bidang olahraga sejak masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Ketika masih di TK, orang tua Lala pernah mengikutkan dia pada lomba lari estafet. Meskipun saat itu belum menang, Lala merasa bahwa keikutsertaannya dalam lomba ketika itu merupakan tonggak awal keberhasilannya dalam bidang olehraga saat ini. Kepada WARTA TNH Lala mengatakan bahwa saat itu dia belum punya motivasi sendiri. Semuanya hanya mengikuti apa yang diarahkan oleh orang tua.

Ketika ditanya tentang fokus olahraga yang ditekuni, gadis yang berzodiak Leo ini mengatakan bahwa untuk saat ini dia menekuni dua cabang olahraga atletik sekaligus yaitu lari jarak pendek dan lompat tinggi. Untuk cabang lari, sesuai dengan tingkatan usia (tingkat SMP),  maka yang ia tekuni yaitu lari jarak 60 m. 

Di cabang lari ini Lala pernah memperoleh Juara I UNESA CUP, juara I tingkat Provinsi Jatim di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2015. Catatan waktu yang berhasil dia peroleh adalah 8,16 detik. Meskipun sudah memperoleh juara I Lala sebenarnya kurang puas karena catatan waktu tersebut masih berada di bawah catatan waktu yang ia peroleh di sesi latihan. Di saat latihan Lala pernah mencatatkan waktu 7,95 detik untuk lari jarak 60 meter.

Sementara itu, di cabang lompat tinggi, Lala berhasil meraih juara 1 Kejuaraan Nasional Pra Remaja Tahun 2015 dengan tinggi lompatan 140 cm. Ketika ditanya tentang cabang Olahraga yang akan diseriusi, Lala bilang, "Saya ingin fokus di lompat tinggi." Menurut dia,  "Jumlah pesaingnya di cabang lompat tinggi sedikit, sehingga peluang menang lebih besar," imbuhnya. (berencana sekolah olahraga di jakarta(beasiswa), karena juara 1 kejuaraan nasional pra remaja (menunggu hasil Psikotes))

SEMINGGU LATIHAN TIGA KALI

Keberhasilan Angela Merici selama ini tak bisa lepas dari pengaruh tangan dingin pelatihnya, yang sekaligus merupakan ayah kandungnya, J.B. Heri Sumarsa, S.Pd. Heri Sumarsa adalah mantan atlet nasional lompat tinggi di tahun 90-an. Darah atletik dari ayahnya inilah yang agaknya  menurun ke Lala. Dalam hal latihan, Heri Sumarsa termasuk disiplin. Lala diwajibkan mengikuti latihan setiap hari Rabu, Jumat, Minggu Pagi. Tempat latihannya tentu saja di halaman SMP-SMA TNH Mojokerto.

Berkat latihan dan kerja kerasnya itu Lala telah membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi. Karena keberhasilannya itu pulalah, Lala sudah beberapa kali mendapatkan bonus uang pembinaan dari Walikota Mojokerto.

Mengidolakan Nadia Anggraeni (Atlet lompat tinggi Internasional dari Indonesia)

Berikut ini adalah serangkaian prestasi yang pernah diraih oleh Angela Merici


1 2015
Kujuaraan Liga Basket SMA TNH Se- Regional Mojokerto, Sidoarjo, Jombang Juara 1 Tim Basket Putri
2 2015 9 - 10 Mei 2015 Kejuaraan Atletik UNESA Cup X Juara 1 Lari  60 meter
3 2015
Olimpiaade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kota Mojokerto Juara 1 Lompat Jauh Putri
4 2015 1- 4 April 2015 Kejuaraan Nasional Atletik Pra-Remaja dan Remaja Juara 1 Lompat Tinggi Pra Remaja Putri
5 2014
Final Jatim Sprint II Plus Juara 2 Lari 60 meter Putri
6 2014
Turnamen Bola Basket Walikota Cup III Juara 1 SMP Putri
7 2014 28 Oktober 2015 Kejuaraan Lompat Tinggi Juara 3 Lompat Tinggi Putri Provinsi Jatim
8 2014 24- 28 September 2015 Kejuaraan Lompat Tinggi Juara 3 Lompat Tinggi Putri SMP
9 2014 22 Maret 2014 Kejuaraan Atletik Tulungagung Terbuka Juara 3 Lompat Tinggi Putri
10 2013
Turnamen Bola Basket Walikota Cup II Juara 1 SMP Putri
11 2012
Kejuaraan Atletik UNESA Cup VII Juara 2 Lari 50 meter Putri
 

Kamis, 22 Oktober 2015

SMP TNH BERPARTISIPASI DALAM PAWAI TAARUF 2015


PESERTA PAWAI SMP TNH, foto by TONI K.
BERSIAP BERANGKAT SESUAI RUTE. foto by TONI K

MENDEKATI FINISH, foto by TONI K
Dalam rangka ikut menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1437 H tingkat Kota Mojokerto, SMP TNH berperan serta dalam kegiatan Pawai Taaruf yang bertema Muslim Nusantara Kota Mojokerto Tahun 2015. Dalam kegiatan tersebut SMP TNH semula berencana mengirimkan  tiga puluh peserta putra dan putri untuk mengikuti pawai. Namun pada hari H, ada satu siswa yang berhalangan hadir karena sakit, sehingga siswa yang turut serta hanya 29 orang.

Dalam balutan baju adat Jawa, para siswa SMP TNH ini benar-benar tampil beda. Banyak orang tidak mengenali siswa-siswi yang turut serta dalam pawai ini. Terutama untuk para siswa putri benar-benar "mangklingi".

Walikota Mas’ud Yunus memberangkatkan para peserta pawai taaruf ini dari Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto. Rute yang ditempuh adalah dari Jalan Benteng Pancasila ke arah barat melewati Jalan Bhayangkara, kemudian belok ke utara melalui Jalan P.B. Soedirman dan berlanjut ke Jalan Letkol Sumarjo serta finish di depan Rumah Dinas Walikota Jalan Hayam Wuruk.

Walikota Mas’ud Yunus dalam sambutannya mengatakan bahwa pawai ini merupakan cerminan muslim nusantara yang menyejukkan, yang menjunjung tinggi semangat persamaan di dalam perbedaan. Yang itu semua merupakan bagian dari karakter muslim nusantara. Muslim yang penuh toleran, muslim yang bisa menerima budaya lokal dan menghormatinya.

Walikota juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa menjadi salah ikon wisata budaya Kota Mojokerto. Memang berdasarkan pengamatan WARTA TNH, masyarakat sangat antusias menyaksikan kegiatan pawai ini. "Dengan cara berpartisipasi seperti ini, kita sebenarnya telah ikut serta menggerakkan perekonomian di Kota Mojokerto," kata Pak Blas pendamping kegiatan pawai dari SMP TNH. "Coba lihat berapa orang yang mencari rejeki dengan cara berjualan di sepanjang jalan yang kita lewati," lanjut Pak Blas.

Kamis, 17 September 2015

BENTENG PANCASILA, PUSATNYA CAR FREE DAY KOTA MOJOKERTO

LAPORAN OLEH: TONI KRISTIANDARU 

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.

Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor, adalah tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor atau pun menggunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang.

Di Kota Mojokerto kegiatan Car Free Day rutin diadakan. Program ini sudah dimulai sejak tahun 2010, kendaraan dilarang masuk sejak pukul 5 pagi dan dibuka kembali pukul 9 pagi. Lokasinya berada di Jalan Benteng Pancasila. 

Dalam kegiatan ini banyak pedagang kaki lima diantaranya penjual makanan, mainan, dan pakaian. Tujuan Car Free Day Ini sebenarnya untuk orang yang ingin berolahraga. Tetapi pada waktu saya berjalan jalan disana pada hari Minggu pagi lebih banyak orang yang berjualan daripada orang yang berolahraga.

Kamis, 20 Agustus 2015

EKSHIBISI LOMBA CATUR: SATU ORANG MELAWAN SEPULUH ORANG SEKALIGUS

KEVIN BRIANTO DEWANGGA SAAT MENGHADAPI 10 PESERTA SEKALIGUS
Saat kegiatan perayaan HUT ke-70 Republik Indonesia yang digelar dari tanggal 12 hingga 14 Agustus yang lalu, ada satu kegiatan yang berhasil menyedot perhatian sebagian besar warga SMP TNH. Kegiatan tersebut adalah pertandingan ekshibisi catur antara Kevin Brianto Dewangga (biasa dipanggil KBD), siswa Kelas IX SMP TNH,  melawan sepuluh orang sekaligus.

Di antara sepuluh orang tersebut, selain para siswa SMP TNH juga terlihat dua siswa SMA TNH, dan empat orang guru SMP TNH. Guru yang terlibat menghadapi KBD adalah Yuli Hananto, S.Pd., Petrus Due Moi, S.Pd, Daniel Kurniawan, S.Pd., dan Fauzy Hariyansyah. Ketika ditanya tentang kesan menghadapi KBD, rata-rata para peserta mengatakan bahwa permainannya cukup baik. Bahkan ada juga siswa yang mengatakan, " Berat, Mas!" Bahkan ada guru yang mengatakan bahwa ia sudah salah langkah sejak awal sehingga sulit sekali bertahan.

Setelah melewati satu setengah jam lebih, akhirnya semua peserta  bisa ditaklukkan oleh KBD, kecuali Pak Daniel Kurniawan yang bisa menahan imbang KBD atau pertandingan berakhir remis.

Seperti sudah pernah ditulis di Warta TNH sebelumnya, KBD adalah atlet Catur Kota Mojokerto yang sudah terbukti menang di berbagai kejuaraan. Tentu ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan bukan hanya untuk KBD, tetapi juga untuk sekolah TNH dan untuk Kota Mojokerto. Semoga tambah jaya.




Kamis, 20 November 2014

SMP TNH MERIAHKAN PAWAI TAARUF KOTA MOJOKERTO 2014

FOTO BERSAMA PESERTA PAWAI

TETAP DALAM BARISAN MESKIPUN ANTRE

BERHENTI SEJENAK UNTUK BERFOTO BERSAMA

START DARI ALUN-ALUN KOTA MOJOKERTO

YANG TAMPAN DAN CANTIK

MESKIPUN PANAS TETAP SEMANGAT

DI SUDUT ALUN-ALUN

FOTO DULU SAMBIL MENUNGGU ANTREAN