Pada hari Selasa, 10 November tahun 2015 SMP Taruna Nusa Harapan merayakan hari Pahlawan yang ke-70. Tahun ini suasana perayaan Hari Pahlawan sangat khidmat. Perayaan Hari Pahlawan diawali dengan upacara bendera dan bertempat di lapangan basket SMP dan SMA Taruna Nusa Harapan. Upacara kali ini berlangsung sangat khidmat. Seperti biasa siswa dan siswi SMP berada di sebelah kanan sementara siswa dan siswi SMA berada di depan tiang bendera.
Setelah upacara bendera selesai dilaksanakan, siswa SMP kembali ke kelas masing-masing. Di kelas, saya dan teman-teman mendapatkan kupon untuk membeli es bubur seruntul yang mobilnya terparkir di dekat lapangan upacara SMP TNH. Kita dapat menukarkan kuponnya dengan satu gelas es bubur seruntul. Tetapi, sebelum itu ada lomba menyanyi lagu perjuangan antar kelas. Kelas saya mendapatkan nomor urut ke delapan. Kami sekelas menyanyikan lagi Indonesia pusaka.
Nah, seusai menyanyi diadakan berfoto bertemakan baju yang paling menarik. Ada yang memakai baju tentara lengkap dengan rompinya, baju dokter dan perawat yang lengkap dengan stetoskopnya, dan baju guru yang memakai batik. Selain pakaian yang saya sebutkan, masih banyak lagi pakaian yang unik. Diantaranya pakaian petani, pejuang, baju khas daerah dan masih banyak lagi. Sampai-sampai ada pakaian penjual sayur yang dilengkapi dengan sayuran asli pula. Wah, sungguh khas.
Pelajaran pun segera dimulai. Karena waktu terpotong oleh perayaan Hari pahlawan, pelajaran dimulai pada jam ke lima dan selesai pada jam ke tujuh. Kegiatan belajar mengajar pun usai pada pukul 12.00
Warta TNH adalah blog yang dibuat untuk memuat hasil karya para siswa SMP TNH Mojokerto yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler jurnalistik.
Kamis, 12 November 2015
Rabu, 11 November 2015
Kamis, 05 November 2015
TERIMA KASIH ATAS BIMBINGANMU SELAMA INI
"Akhirnya", benakku. Sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru, sudah waktunya untuk pergi ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP. Di SMP ini aku akan bertemu dengan guru dan teman-teman yang baru. Amat sangat senang rasanya. Tidak hanya teman baru yang akan kutemui, tapi juga beberapa teman-temanku dari SD-ku dulu. Aku sudah tidak sabar menunggu esok hari di sekolah baruku. Aku juga penasaran, bagaimana ya sekolah baruku nanti.
Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu telah tiba. Aku bangun pagi-pagi sekali dan mempersiapkan diri ke sekolah yang baru. "Ini dia, langkah pertamaku di sekolah ini." benakku. Awalnya aku mengikuti MOPDB selama 4 hari. Aku mendapat banyak sekali pelajaran berharga selama mengikuti MOPDB. Aku juga senang sekali karena bisa sekelas dengan 2 orang teman SD-ku. Di hari ke-5 aku memulai pelajaran untuk pertama kalinya di jenjang SMP. "Wow, menegangkan sekali." benakku.
Setelah beberapa bulan bersekolah disana, ada salah seorang guru yang cukup ditakuti oleh beberapa siswa. Mungkin karena sifatnya yang tegas yang membuat beberapa siswa menganggap beliau menakutkan. Kalau menurutku sih memang agak menakutkan, tapi ya kasihan juga beliau kalau ditakuti. Pastinya beliau juga bingung, kenapa bisa ditakuti oleh siswa. Tapi, kalau beliau mulai mengajak bercanda semua pasti bisa tertawa. Saat beliau menyanyi semua pasti memberi tepuk tangan yang sangat meriah. Beliau juga memiliki seorangsahabat yang selalu kompak dengan beliau. Terkadang saat jam makan siang, mereka pergi makan berdua. Menurut sahabat beliau, beliau suka sekali makan mie ayam di salah satu tempat langganan mereka.
Beliau dan sahabatnya memang sangat dekat, mereka suka bercanda satu sama lain. Sahabatnya ini, juga senang sekali membuat soal dengan nama mereka berdua. Mungkin karena sahabat dekat, jadi kebanyakan nama mereka berdua di soal-soal itu. Memang ada sedikit perbedaaan diantara mereka, tapi itulah sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memandang kelemahan ataupun kelebihan sahabatnya, tidak akan menjelek-jelekkan sahabatnya, menghadapi suka dan duka bersama, saling melindungi sahabatnya, dan saling membantu satu sama lain.
Sekarang, semua itu tinggal kenangan. Tidak ada lagi dua orang sahabat yang selalu menginspirasi kami dengan cerita persahabatan mereka. Tidak ada lagi sosok guru yang menceritakan kisah hidupnya yang menjadi inspirasi agar tidak pernah putus asa. Terima kasih atas bimbinganmu selama ini. Semua pelajaran yang engkau ajarkan pada kami, akan kami ingat selalu.
Selamat jalan Bapak Yuli Hananto, semoga beliau mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Hapuskanlah dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Amin...
cerita ini dibuat karena rasa kehilangan saya atas berpulangnya Bapak Yuli Hananto ke pangkuan Sang Maha Pencipta.
Dibuat oleh : Anastasia Dewani Putrijandrio
Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu telah tiba. Aku bangun pagi-pagi sekali dan mempersiapkan diri ke sekolah yang baru. "Ini dia, langkah pertamaku di sekolah ini." benakku. Awalnya aku mengikuti MOPDB selama 4 hari. Aku mendapat banyak sekali pelajaran berharga selama mengikuti MOPDB. Aku juga senang sekali karena bisa sekelas dengan 2 orang teman SD-ku. Di hari ke-5 aku memulai pelajaran untuk pertama kalinya di jenjang SMP. "Wow, menegangkan sekali." benakku.
Setelah beberapa bulan bersekolah disana, ada salah seorang guru yang cukup ditakuti oleh beberapa siswa. Mungkin karena sifatnya yang tegas yang membuat beberapa siswa menganggap beliau menakutkan. Kalau menurutku sih memang agak menakutkan, tapi ya kasihan juga beliau kalau ditakuti. Pastinya beliau juga bingung, kenapa bisa ditakuti oleh siswa. Tapi, kalau beliau mulai mengajak bercanda semua pasti bisa tertawa. Saat beliau menyanyi semua pasti memberi tepuk tangan yang sangat meriah. Beliau juga memiliki seorangsahabat yang selalu kompak dengan beliau. Terkadang saat jam makan siang, mereka pergi makan berdua. Menurut sahabat beliau, beliau suka sekali makan mie ayam di salah satu tempat langganan mereka.
Beliau dan sahabatnya memang sangat dekat, mereka suka bercanda satu sama lain. Sahabatnya ini, juga senang sekali membuat soal dengan nama mereka berdua. Mungkin karena sahabat dekat, jadi kebanyakan nama mereka berdua di soal-soal itu. Memang ada sedikit perbedaaan diantara mereka, tapi itulah sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memandang kelemahan ataupun kelebihan sahabatnya, tidak akan menjelek-jelekkan sahabatnya, menghadapi suka dan duka bersama, saling melindungi sahabatnya, dan saling membantu satu sama lain.
Sekarang, semua itu tinggal kenangan. Tidak ada lagi dua orang sahabat yang selalu menginspirasi kami dengan cerita persahabatan mereka. Tidak ada lagi sosok guru yang menceritakan kisah hidupnya yang menjadi inspirasi agar tidak pernah putus asa. Terima kasih atas bimbinganmu selama ini. Semua pelajaran yang engkau ajarkan pada kami, akan kami ingat selalu.
Selamat jalan Bapak Yuli Hananto, semoga beliau mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Hapuskanlah dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Amin...
cerita ini dibuat karena rasa kehilangan saya atas berpulangnya Bapak Yuli Hananto ke pangkuan Sang Maha Pencipta.
Dibuat oleh : Anastasia Dewani Putrijandrio
UNTUKMU, GURUKU
Guruku,
Engkau Pahlawanku
Tak pernah menahan ilmu mu
Membagikan kepada semua orang yang ingin tahu
Begitu pula denganku
Tak segan-segan mengajarku
Guruku,
Sekarang engkau telah tiada
Begitu sedih rasanya
Begitu hampa rasanya
Tak kuasa menahan air mata
Ku menangis sejadi-jadinya
Guruku,
Penderitaanmu sekarang telah berhenti
Tangis duka mengisi hati
Tawa bahagia tak kau dengar lagi
Di iringi nyanyian Sorgawi
Mendoakanmu tulus dari dalam hati
Guruku,
Ku doakan yang terbaik untukmu
Akan kukenang selalu jasa-jasamu
Kunyanyikan lagu sendu untukmu
Berharap engkau diterima di
sisi-Nya selalu
SMP TNH BERDUKA
Pada hari Senin, 2 November 2015, pada pukul sekitar jam 6 pagi, terjadi kecelakaan antara sepeda, sepeda motor, dan truk. Kecelakaan terjadi di Pasinan, Jawa Timur. Kecelakaan itu membuat satu orang guru SMP TNH Mojokerto luka-luka, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit. Korban bernama Yuli Hananto S.Pd. dan dilarikan ke RS Gatoel. Korban segera ditindak lanjuti. Luka yang berada di kepala, perut dan panggul korban sangat parah, sehingga korban harus masuk ke ruang ICU. Para guru dari SMP TNH dan keluarga korban mulai berdatangan pada pukul 06.30. Korban mengalami keadaan koma. Uang muka rumah sakit sebesar 30.000.000 segera dibayarkan supaya korban dapat mendapatkan perwatan medis lebih lanjut. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa korban harus segera dioperasi, dan membutuhkan biaya sebesar 150-200 juta rupiah. Guru-guru segera mencari jalan untuk mendapatkan dana sebesar itu. Guru-guru pun meminta bantuan dan doa kepada siswa-siswi SMP TNH supaya Bp. Yuli dapat berkumpul kembali dengan keluarga besar SMP TNH. Operasi tahap 1 segera dilakukan pada malam harinya pukul 19.00. Pada Selasa, 3 November 2015, dana yang terkumpul sudah sejumlah Rp.28.300.000,00, dan keadaan Bp.Yuli sudah membaik. Namun, pada pada malam harinya, pukul 23.45, terdengar kabar bahwa Bp.Yuli telah meninggal dunia. Baik pihak keluarga maupun seluruh warga SMP Taruna Nusa Harapan turut berduka cita atas kepergian beliau. Jasad Bp.Yuli Hananto pun segera di bawa kembali ke Yogyakarta untuk dimakamkan.
GURU KAMI TERCINTA
Untukmu kami berduka
Guru kami yang tercinta
Bertahun-tahun engkau membimbing kami
Dengan seluruh tenaga dan jiwa
Dengan keberanianmu engkau bijaksana
Dengan kesabaranmu mengajar kami
Dengan kelucuanmu membuat canda tawa
Dan dengan kebaikanmu dalam membimbing kami
Sekarang hanya tinggal kenangan
Sekarang hanya tinggal air mata
Bersamamu selama-lamanya
Hingga akhir hayat kami
Tetapi kami tidak akan pernah
Bisa membalas kebaikanmu yang terukir di hati kami
Doa yang kami panjatkan pun
Tidak akan bisa membalas kebaikanmu
Mungkin ini yang terbaik
Rencana penguasa alam dunia dan alam sana
Kita pun tidak bisa menghentikan
Apa yang telah terjadi
Kami telah berdoa
Kami mendoakan bapak
Semoga doa ini menjadi yang terbaik
Semoga diterima di sisi-Nya
Dadi kuwat lan nerusaken perjuanganipun guru
Guru kami yang tercinta
Bertahun-tahun engkau membimbing kami
Dengan seluruh tenaga dan jiwa
Dengan keberanianmu engkau bijaksana
Dengan kesabaranmu mengajar kami
Dengan kelucuanmu membuat canda tawa
Dan dengan kebaikanmu dalam membimbing kami
Sekarang hanya tinggal kenangan
Sekarang hanya tinggal air mata
Bersamamu selama-lamanya
Hingga akhir hayat kami
Tetapi kami tidak akan pernah
Bisa membalas kebaikanmu yang terukir di hati kami
Doa yang kami panjatkan pun
Tidak akan bisa membalas kebaikanmu
Mungkin ini yang terbaik
Rencana penguasa alam dunia dan alam sana
Kita pun tidak bisa menghentikan
Apa yang telah terjadi
Kami telah berdoa
Kami mendoakan bapak
Semoga doa ini menjadi yang terbaik
Semoga diterima di sisi-Nya
Dadi kuwat lan nerusaken perjuanganipun guru
BAPAK YULI HANANTO MENINGGAL DUNIA KARENA KECELAKAAN
Kabar duka datang dari SMP TNH. Bapak Yuli Hananto, S.Pd, guru mata pelajaran IPS yang sudah mengajar selama sebelas tahun di sekolah ini, telah berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 3 November 2015 pada pukul 23.45. (perlu konfirmasi). Berita tersebut tentu mengejutkan semua pihak karena kejadiannya begitu mendadak.
Karena Kecelakaan
Kabar duka ini bermula ketika hari Senin, 2 November 2015 lalu pada pukul 05.45 beliau berangkat ke sekolah dengan naik sepeda onthel. Seperti biasanya, ketika berangkat bekerja, beliau sering sekali menggunakan sepeda onthel sebagai alat transportasinya. Namun naas, belum sampai sepuluh menit meninggalkan rumahnya, sebuah truk air isi ulang menyerempet tubuhnya. Pak Yuli mengalami kecelakaan. Sopir truk kemudian menghentikan truknya dan mencegat sebuah mobil. Dengan bantuan mobil yang dicegatnya, sopir truk tersebut akhirnya melarikan Pak Yuli ke sebuah klinik, namun klinik tersebut menolaknya. Pihak klinik menganjurkan untuk segera membawa Pak Yuli ke rumah sakit.
Dari ponsel yang terdapat di dalam tas yang dibawa oleh Pak Yuli, kabar tentang musibah ini pertama kali disampaikan oleh petugas Rumah Sakit Gatoel kepada Ibu drh. L. Herwiningtyas yang kemudian menyebarkannya ke sesama rekan guru. Tak heran jika pada pukul 06.30 hampir semua rekan guru sudah mengetahui musibah yang menimpa Pak Yuli tersebut.
Dua orang guru, Pak Tri dan Pak Petrus, ditugaskan untuk melihat kondisi Pak Yuli di rumah sakit. Satu orang guru, Pak Dion, diberi tugas untuk menjemput istri Pak Yuli di Perumahan Lawang Asri. Sementara itu, para guru yang lain tetap berada di sekolah untuk melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin. Ketika upacara berlangsung, Pak Tri menelepon untuk meminta bantuan guru putri guna mendampingi istri Pak Yuli yang sangat terkejut di rumah sakit. Ibu Tien dengan diantarkan oleh Ibu Helen akhirnya yang mendampingi Bu Yuli di rumah sakit sampai siang hari.
Ada Dua Anak Berseragam SMA yang Mengejutkan Sopir Truk
Berdasarkan keterangan sopir truk yang disampaikan kepada para guru di rumah sakit, kecelakaan itu bermula ketika sopir truk melaju dari arah Pacet menuju ke utara (Kota Mojokerto). Dari arah yang berlawanan muncul sebuah mobil yang menyalip mobil yang lain hingga melewati marka tengah jalan. Untuk menghindari kecelakaan, sopir bus itu membelokkan truknya ke kiri. Tabrakan pun bisa dihindari. Namun secara tiba-tiba, muncullah dua anak berseragam SMA mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari balik mobil tadi. Karena terkejut dan untuk menghindari tabrakan dengan pengendara sepeda motor tersebut, pengemudi truk membelokkan truknya ke kiri. Sialnya di sebelah kiri truk ada Pak Yuli yang sedang mengayuh sepedanya searah dengan truk tanki air. Menurut penuturan sang sopir, Pak Yuli terserempet dan terbanting di aspal.
Rencananya Tiga Operasi, Namun Hanya Satu yang Terlaksana
Menurut rencana, dokter akan melakukan paling tidak tiga kali operasi. Pertama, operasi di bagian kepala sebelah kanan. Kedua, operasi di bagian dada dan perut, dan Ketiga, operasi di bagian tulang panggul sebelah kanan. Namun baru terlaksana satu operasi, yaitu operasi kepala, Pak Yuli sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari hilangnya nyawa Bapak Yuli Hananto ini. Pertama, jangan kebut-kebutan di jalan raya. Kedua, Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas yang sudah terpampang di jalan raya. Kecelakaan yang terjadi akan menyedihkan banyak pihak. (TIM WARTA TNH)
Karena Kecelakaan
Kabar duka ini bermula ketika hari Senin, 2 November 2015 lalu pada pukul 05.45 beliau berangkat ke sekolah dengan naik sepeda onthel. Seperti biasanya, ketika berangkat bekerja, beliau sering sekali menggunakan sepeda onthel sebagai alat transportasinya. Namun naas, belum sampai sepuluh menit meninggalkan rumahnya, sebuah truk air isi ulang menyerempet tubuhnya. Pak Yuli mengalami kecelakaan. Sopir truk kemudian menghentikan truknya dan mencegat sebuah mobil. Dengan bantuan mobil yang dicegatnya, sopir truk tersebut akhirnya melarikan Pak Yuli ke sebuah klinik, namun klinik tersebut menolaknya. Pihak klinik menganjurkan untuk segera membawa Pak Yuli ke rumah sakit.
Dari ponsel yang terdapat di dalam tas yang dibawa oleh Pak Yuli, kabar tentang musibah ini pertama kali disampaikan oleh petugas Rumah Sakit Gatoel kepada Ibu drh. L. Herwiningtyas yang kemudian menyebarkannya ke sesama rekan guru. Tak heran jika pada pukul 06.30 hampir semua rekan guru sudah mengetahui musibah yang menimpa Pak Yuli tersebut.
Dua orang guru, Pak Tri dan Pak Petrus, ditugaskan untuk melihat kondisi Pak Yuli di rumah sakit. Satu orang guru, Pak Dion, diberi tugas untuk menjemput istri Pak Yuli di Perumahan Lawang Asri. Sementara itu, para guru yang lain tetap berada di sekolah untuk melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin. Ketika upacara berlangsung, Pak Tri menelepon untuk meminta bantuan guru putri guna mendampingi istri Pak Yuli yang sangat terkejut di rumah sakit. Ibu Tien dengan diantarkan oleh Ibu Helen akhirnya yang mendampingi Bu Yuli di rumah sakit sampai siang hari.
Ada Dua Anak Berseragam SMA yang Mengejutkan Sopir Truk
Berdasarkan keterangan sopir truk yang disampaikan kepada para guru di rumah sakit, kecelakaan itu bermula ketika sopir truk melaju dari arah Pacet menuju ke utara (Kota Mojokerto). Dari arah yang berlawanan muncul sebuah mobil yang menyalip mobil yang lain hingga melewati marka tengah jalan. Untuk menghindari kecelakaan, sopir bus itu membelokkan truknya ke kiri. Tabrakan pun bisa dihindari. Namun secara tiba-tiba, muncullah dua anak berseragam SMA mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari balik mobil tadi. Karena terkejut dan untuk menghindari tabrakan dengan pengendara sepeda motor tersebut, pengemudi truk membelokkan truknya ke kiri. Sialnya di sebelah kiri truk ada Pak Yuli yang sedang mengayuh sepedanya searah dengan truk tanki air. Menurut penuturan sang sopir, Pak Yuli terserempet dan terbanting di aspal.
Rencananya Tiga Operasi, Namun Hanya Satu yang Terlaksana
Menurut rencana, dokter akan melakukan paling tidak tiga kali operasi. Pertama, operasi di bagian kepala sebelah kanan. Kedua, operasi di bagian dada dan perut, dan Ketiga, operasi di bagian tulang panggul sebelah kanan. Namun baru terlaksana satu operasi, yaitu operasi kepala, Pak Yuli sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari hilangnya nyawa Bapak Yuli Hananto ini. Pertama, jangan kebut-kebutan di jalan raya. Kedua, Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas yang sudah terpampang di jalan raya. Kecelakaan yang terjadi akan menyedihkan banyak pihak. (TIM WARTA TNH)
Langganan:
Postingan (Atom)













