Kamis, 20 September 2012

HADIAH DARI IBU UNTUKKU

Pada suatu hari , aku sedang memandang indahnya alam di teras rumahku. Aku berpikir bahwa Tuhan telah menciptakan keindahan ini untuk manusia, tetapi mengapa banyak orang tidak menyadarinya tapi malah merusaknya? Sementara aku lagi melihan pemansangan, tiba-tiba ada seseorang duduk di sebelahku. Aku kaget,tetapi kemudian aku tahu siapa yang membuatku kaget, dia adalah sosok perempuan yang cantik dan baik hati. Dia adalah ibuku. Ia bertanya kepadaku : " Lagi apa kamu? " jawabku : " aku sedang melihat pemandangan bu! Bu, boleh nggak aku mintak sesuatu? " " Memang kamu mau minta apa, jangan yang aneh-aneh ya, karena Ibu tidak mempunyai banyak uang." " Bu, sebenarnya aku ingin membeli hiasan untuk rumah kita agar terlihat lebih indah, Bu. " Jawabku. Lalu aku kembali melihat pemandangan alam lagi dan kulihat ibuku sedang merenung, aku tidak tau apa yang sedang dia pikirkan, tapi aku merasa sungguh bersalah. Aku tau kalo Ibuku tidak mempunyai uang, tapi aku malah minta yang ngak-ngak. Lalu aku meminta maaf kepada ibuku. Tapi, Ibuku malah bertanya, : " Memang hiasan seperti apa yang kau mau? " . Lalu  aku menjawab pertanyaan Ibuku dengan ragu, tapi Ibuku memaksaku,agar menjawab dengan jelas. Akhirnya aku mau menjawab dengan jelas : " Aku ingin hiasan tanaman hias di sepan teras rumah dan hiasan-hiasan lucu, bu. Tapi Ibu tidak usah membelikan, karena harganya sangat mahal, bu. "  " Ibu juga tidak tau,nak bisa membelikannya apa tidak, kemungkinan Ibu tidak bisa. Tapi kamu jangan terlalu berharap, ya. Ibu janji kalau mempunyai  uang banyak Ibu akan membelikannya untukmu. Kata Ibuku.  " Terima kasih, Bu. Aku sangat sayang pada Ibu." Kataku. Aku sangat senang karena  Ibuku tidak marah padaku. Lalu setelah itu, aku dan Ibuku masuk ke dalam. Aku bergegas masuk ke kamar dan belajar karena besok aku ada ulangan Bahasa Indonesia.

Keesokan harinya, kudengar ada seseorang yang memanggilku, ternyata itu adalah Ibuku. Dia menyuruhku bangun karena aku harus berangkat  ke sekolah. Setelah aku berpamitan pada Ibuku, aku berangkat ke sekolah. Aku ke sekolah dengan berjalan kaki. Sesampainya di sekolah, aku langsung masuk kelas dan belajar lagi. Ulangan Bahasa Indonesia dilaksanakan pada jam pertama, sehingga saat bel masuk, aku dan teman-temanku langsung mengerjakan ulangan. Aku mengerjakan ulangan dengan jujur dan teliti. Aku bisa mengerjakan ulangan dengan mudah karena aku sudah kemarin belajar.Setelah bel bunyi ulangan langsung dikumpulkan. Setelah itu aku mengikuti pelajaran dengan tenang. Saat bel pulang semua guru memperbolehkan semu siswa pulang, termasuk saya. Di rumah, Ibu bertanya padaku : " Apa kamu bisa ulangannya tadi ? " . Lalu kujawab : " Aku bisa, bu. ". Ibu dan Aku senang karena aku dapat mengerjakannya dengan baik.

Dua hari kemudian setelah aku mengerjakan ulangan, ulangan di bagi. Ulangan yang kukerjakan dua hari yang lalu, mendapat nilai 100. Nilaiku paling tinggi dari semua kelas. Wow, betapa senang hatiku. Aku tidak henti-hentinya mengucap syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah pulang sekolah, aku bilang pada Ibuku bahwa nilai  BI ku mendapat nilai 100. Ibuku senang sekali. Lalu setelah itu, aku diijinkannya pergi ke rumah temanku, yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Aku bermain di rumah temanku selama 3 jam. Aku pulang dari rumah temanku jam 4 sore. Setelah sampai di rumah, betapa kagetnya aku, rumahku sudah berubah menjadi rumah yang lebih indah dari sebelumnya. Aku sempat berpikir , apa benar ini rumahku? Tapi pertanyaanku telah terjawab, setelah aku melihat Ibuku yang sedang bersantai di teras rumahku, yang kelihatannya sedang menunggu kedatanganku. Setelah aku berada di dekat Ibuku, aku bertanya kepadanya, siapa yang telah meletakkan semua tanaman hias di sini? Jawab Ibuku : " Ibu yang telah meletakkannya disini. " " Bagaimana bisa? " Tanyaku tidak pecaya. Jawab Ibuku lagi :  " Tadi, ada orang yang mau membeli semua dagangan Ibu, lalu Ibu teringat akan permintaanmu. Ini juga sebagai hadiah atas nilaimu yang bagus. Lagian Ibu juga sudah membeli semua yang kita butuhkan, jadi Ibu bisa membeli semua permintaanmu itu. ". Kataku pada Ibuku lagi : " Terimakasih ya, Bu. Ibu memang Ibu paling baik sedunia. ". Jawab Ibuku : " Sama-sama, nak.". Bagiku ini adalah hadiah terindah buatku. Terimakasih ya, Bu...........
Vania Carla Devina
   7C 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar