Kamis, 27 Oktober 2011

MENGAPA MEMILIH JURNALISTIK?

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan keberadaan ekstrakurikuler. Hanya mungkin pelafalan kata yang agak sulit ini lebih akrab disebut ekstra. Ekstrakurikuler sejatinya adalah pelajaran atau pelatihan tambahan diluar kurikulum dan jam pelajaran sekolah. Beberapa ekstrakurikuler olahraga lebih sering diminati, seperti futsal dan basket.
            Ekstrakurikuler yang terdapat pada SMP TNH sendiri ada 7, antara lain futsal, basket, band, biola, jusnalistik, olimpiyade yang kemudian terbagi dalam beberapa pelajaran, dan pramuka yang merupakan ekstrakurikuler wajib setiap siswa. Tentunya bukan suatu pilihan yang dapat menyesuaikan dengan hobi atau kemampuan kita bukan? Dengan terbatasnya pilihan ekstrakurikuler tentunya akan membuat kita merasa terbebani, apalagi dengan kewajiban kita yang juga harus memilih 1 ekstrakurikuler tambahan diluar pramuka dan olimpiyade.
            Semestinya, ekstrakurikuler harus dapat berfungsi sebagai wadah dari bakat dan hobi siswa, tetapi apa daya dengan pilihan yang hanya terbatas. Terbatasnya pilihan ekstrakuriuler tentunya bukan sepenuhnya kesalahan dari pada pihak sekolah, tetapi mungkin faktor X yang tidak kita ketahui adalah penyebabnya.
            Karena kewajiban kita dalam memilih 1 ekstrakurikuler tambahan diluar pramuka dan olimpiyade, maka siswa akan memilih beberapa ektrakurikuler pelarian yang hanya digunakan untuk memenuhi kewajiban tersebut. Seperti dalam pengamatan yang telah dilakukan, ekstrakurikuler pelarian pertama yang akan dipilih pada siswa adalah Jurnalistik, yang kemudian disusul oleh Futsal dan Basket.
            Mengapa Jurnalistik sebagai ektrakurikuler pelarian? Beberapa faktor dapat menyebabkan dipilihnya ektrakurikuler ini oleh banyak siswa. Pertama adalah factor mudahnya pelajaran / pelatihan yang diberikan pada ektrakurikuler ini. Bukankah menulis adalah hal yang lumrah kita lakukan setiap hari? Ditambah lagi kita sudah bisa menghasilkan karya dengan hanya menuangkan isi pikiran kita. Faktor kedua adalah tidak diperlukannya tenaga atau latihan yang keras dalam ektrakurikuler ini. Seperti ektrakurikuler lain yang didominasi olahraga dan musik, ektrakurikuler ini bisa dibilang ektrakurikuler yang tidak memerlukan tenaga atau latihan. Mengingat terkurasnya fisik kita dalam ektrakurikuler olahraga, dan perlunya keahlian dan latihan rutin dalam ekstrakurikuler musik. Faktor-faktor lain minoritas dan faktor pribadi juga mendorong siswa memilih ektrakurikuler ini.             Meskipun demikian, tapi tak sedikit pula siswa yang serius mengikuti ektrakurikuler ini. Hal ini dapat dilihat dari absensi siswa tersebut dan hasil karya siswa tersebut. (Julius S.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar