Kamis, 27 Agustus 2015

SANG NENEK DAN PANGERAN

OLEH : ANASTASIA DEWANI PUTRIJANDRIO

Pada suatu hari disebuah istana, hiduplah seorang putri cantik yang bernama Isabella. Ia memiliki dua kakak tiri. Yang tertua bernama Marina dan yang kedua bernama Vani. Kakak tertuanya sangat membenci Isabella sedangkan kakak keduanya sangat menyayangi Isabella. Tidak tahu apa sebabnya Marina membenci Isabella, yang jelas dia akan menggunakan berbagai cara untuk mengusir Isabella dari istana. Berbeda sekali dengan Vani, ia selalu menjaga Isabella dari perilaku buruk Marina.

Waktu itu, Sang Raja mengadakan pesta dansa di istananya. Ia mengundang raja-raja lainnya untuk berpesta bersama. Ketiga anaknya pun sangat senang mendengarnya, lagi pula sudah lama kerajaan mereka tidak mengadakan pesta dansa. Pesta dansa pun dimulai. Para raja dari berbagai negeri datang ke pesta tersebut. Para raja, ratu, pangeran, dan putri terlihat begitu menawan dengan kostum yang mereka pakai. Begitu pula dengan Putri Marina, Putri Vani, dan Putri Isabella yang terlihat sangat cantik dengan gaun yang mereka kenakan. Para putri pun langsung mencari pasangan dansa mereka. Putri Marina dan Putri Vina telah terlebih dahulu mendapat pasangan dansa, sedangkan Putri Isabella belum mendapatkan pasangan dansa. Tiba-tiba saja ada seorang pangeran yang sedang berlari dan menabrak Putri Isabella hingga jatuh. Sang pangeran meminta maaf dan mengulurkan tangannya untuk membantu putri Isabella berdiri.

Sang pangeran berkata, "Maafkan saya tuan putri, saya tidak sengaja menabrak tuan putri.Saya tadi buru-buru karena terlambat datang" dengan wajah menyesal. Sang Putri menjawab, "Tidak apa-apa, hal itu pasti terjadi oleh banyak orang." dengan wajah tersenyum. Sang putri pun mengajak sang pangeran untuk berkeliling istana. Sang pangeran bertanya, "Kita belum saling kenal, jadi saya akan memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya William.". Sang putri menjawab, "Nama saya Isabella dan Pangeran William bisa memanggil saya Bella.". Pangeran William berkata, "Wah, nama yang sangat indah. Bagaimana jika kita sekarang berdansa?". Putri Isabella menjawab,"Baiklah.". Mereka pun berdansa diiringi musik romantis. Tanpa sengaja, Putri Marina melihat adiknya itu yang sedang berdansa dengan seorang pangeran yang sangat ganteng.

Ia langsung menghampiri Isabella dan berkata, "Isabella, ayo ikut aku sebentar." dengan wajah yang sangat kesal. Isabella menjawab,"Iya kak.". Marina langsung menarik tangan Isabella dan membawanya ke kamar Isabella. Marina bertanya, "Mengapa kamu bisa bertemu dengan Pangeran William?". Isabella menjawab, "Tadi ia tidak sengaja menabrakku, lalu kami berkenalan dan berdansa bersama.". Marina berkata lagi, "Pokoknya aku tidak ingin melihat kamu bersama Pangeran William karena ia adalah milikku. Sampai aku melihatmu bersamanya lagi, kau akan tahu akibatnya.". Isabella berkata, "Baiklah kak. Aku akan menuruti perkataanmu.". Putri Marina mengangguk dan pergi meninggalkan Isabella. Karena takut Isabella akan menemui Pangeran William lagi, Putri Marina langsung mengunci pintu kamar Isabella. Isabella belum menyadari hal itu. Namun setelah ia membuka pintu, ia tidak dapat membuka pintunya. Ia pun sadar bahwa kakaknya itu telah mengunci pintu kamarnya. Isabella menangis dan berharap ada yang membukakan pintunya.

Sementara itu, Putri Marina bertemu dengan Pangeran William. Ia memberitahu bahwa Isabella sedikit tidak enak badan. Lalu ia mengajak Pangeran William untuk berdansa dengannya saja. Akan tetapi Pangeran William menolak, ia lebih memilih berdansa dengan Putri Isabella dari pada Putri Marina. Putri Marina pun tetap memaksa Pangeran William untuk berdansa dengannya dan pangeran tetap menolaknya. Karena pangeran mulai kesal, ia pun meninggalkan istana dan menitipkan salamnya untuk Putri Isabella. Putri Marina pun menjadi kesal juga. Ia masuk ke kamarnya dan memikirkan cara untuk menyingkirkan Isabella dari istana, agar ia bisa dekat dengan Pangeran William. Putri Marina berkata di dalam hati," Apa yang kurang dariku?. Aku lebih cantik dari Isabella dan aku juga bisa berdansa. Aku memiliki semua yang dimiliki Isabella, tapi kenapa ia lebih memilih Isabella daripada aku? Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan Isabella. Harus!!.".

Keesokan harinya, Putri Marina berjalan-jalan ke desa menggunakan kereta kudanya. Ia berjalan-jalan sambil terus memikirkan cara untuk mengusir Isabella dari istana. Tidak sengaja ada brosur yang menempel di jendela keretanya. Ia pun mengambil brosur itu dan membacanya. Di dalam brosur itu tertulis telah dibuka Toko Madam Angel. Surganya sihir dari segala sihir. Ia pun tertarik untuk datang kesana. Ia akhirnya pergi ke tempat itu. Sesampainya ia di depan Toko Madam Angel, ia langsung masuk ke dalam toko. Disana banyak sekali orang yang mengantri untuk menggunakan sihir. Putri Marina pun menunggu gilirannya. Setelah tiga jam menunggu, saatnya giliran Putri Marina. Madam Angel memberi salam kepada Putri Marina dan mempertanyakan apa masalah sang putri. Sang putri menjelaskan bahwa ia ingin sekali menyingkirkan adiknya yaitu Putri Isabella. Madam Angel bertanya, " Sebelum kamu ingin menyingkirkan adikmu, apakah kamu ingin tahu masa depanmu?". Putri Marina menjawab, "Masa depan?? Tentu. Kau bisa memulainya sekarang. Aku sudah sangat penasaran.". Madam Angel berkata,"Baiklah. Masa depan adikmu begitu baik. Ia menikah dengan seorang pangeran yang bernama William dan hidup bahagia. Ia menjadi ratu istananya itu. Sedangkan kamu, kamu memiliki masa depan yang sangat buruk karena terhasut oleh sifat-sifat burukmu itu. Kamu diusir dari istana, hidup sebatang kara, dan miskin.".

Ia terkejut mendengar masa depannya itu. Akhirnya ia memohon kepada madam Angel agar Isabella bisa diusir dari istana. Madam Angel mengangguk dan langsung membuat sebuah ramuan. Ia berpesan kepada Putri Marina agar memberikan ramuan ini ke sebuah makanan atau minuman milik Isabella. Setelah ramuan itu tertelan, maka Isabella akan berubah menjadi seorang nenek. Putri Marina pun langsung mengambil ramuan itu dan membayarnya. Ia langsung pulang ke rumah dan memikirkan cara agar ramuan itu bisa dimakan oleh Isabella. Sepanjang perjalanan ke istana Putri Marina terus memikirkan cara yang tepat. Dan munculah ide yang cemerlang di kepalanya. Sesampainya di istana, Putri Marina mengajak Isabella untuk berpiknik di gunung yang terletak di dekat desa pada esok hari sebagai tanda perdamaian antara Marina dan Isabella. Isabella pun menyetujui ajakan kakaknya itu.

Keesokan harinya, Marina dan Isabella bersiap-siap untuk pergi berpiknik. Tak lupa Putri Marina membawa makanan khusus untuk Isabella. Putri Vina menghampiri mereka dan berkata,"Aku ingin ikut dengan kalian.". Putri Marina menolaknya karena ia hanya ingin berpiknik dengan Isabella dan ia menjamin Isabella akan baik-baik saja. Mereka pun berangkat. Tapi tetap saja perasaan putri Vina tidak enak. Sesampainya di gunung, Putri Marina memberi sebuah kue pai kecil untuk Isabella. Isabella sangat senang dan ia juga ingin memakan kue itu bersama kakaknya. Putri Marina menolak, karena ia ingin menyenangkan hati adiknya itu. Isabella pun memakan kue itu dan tak lama kemudian Isabella menjadi mual-mual dan berubah menjadi seorang nenek. Putri Marina langsung tertawa dan berkata,"Rasakan itu, sekarang kamu sudah menjadi nenek-nenek. Selamat tinggal.". Putri Marina langsung meninggalkan Putri Isabella yang berubah menjadi nenek-nenek sendirian di gunung itu.

Sesampainya di istana, Putri Marina memberitahukan bahwa Putri Isabella meninggal karena terjatuh ke dalam jurang. Semua orang yang ada di istana sangat sedih dan keesokan harinya mereka berdoa untuk Putri Isabella. Pangeran William yang kebetulan mendengar berita itu langsung datang dan ikut memberikan doa untuk Putri Isabella. Semua orang merasakan kepedihan yang mendalam atas kepergian Putri Isabella.

Beberapa bulan kemudian, Pangeran William berkelana ke gunung tempat Putri Isabella dan Putri Marina berpiknik. Setelah berjalan cukup jauh di gunung ia melihat rumah tua dan beristirahat disana. Disana ia terkejut karena melihat seorang nenek yang tinggal seorang diri. Ia mengetuk pintu dan nenek itu pun membukakan pintu. Sang nenek sekaligus Putri Isabella terkejut melihat Pangeran William yang ada di depan rumah tuanya. Pangeran William bertanya,"Apakah saya boleh beristirahat di rumah ini untuk beberapa waktu, nek?". Sang nenek menjawab,"Boleh silahkan.". Ia berpikir bahwa ini adalah kesempatan untuknya agar bisa memberitahu yang sebenarnya kepada Pangeran William.

Sang nenek memberikan minuman dan makanan untuk sang pangeran. Sang pangeran bertanya kepada sang nenek,"Nek, apakah saya boleh bercerita sedikit?". Sang nenel menjawab,"Tentu saja.". Sang pangeran bercerita bahwa ia mencintai seorang putri yang bernama Isabella. Tetapi, sayangnya ia sudah meninggal. Waktu itu ia ingin menyatakan cintanya. Ia sudah mencintai sang putri sejak pertama kali bertemu di istana. Sang nenek menyela cerita  pangeran dan memberitahukan bahwa Putri Isabella belum mati. Sebenarnya Putri Isabella di kutuk oleh kakaknya Putri Marina menjadi seorang nenek. Dan nenek yang dimaksud adalah dirinya. Awalnya pangeran tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang nenek, tetapi setelah sang nenek menunjukkan kalung yang bertuliskan Isabella. Kemudian pangeran ingat bahwa kalung itu adalah kalung yang digunakan Isabella saat mereka pertama kali bertemu.

Saat itu juga Pangeran William membawa Putri Isabella ke istana menggunakan kudanya. Sesampainya di istana, pangeran William memberitahu bahwa nenek yang ia bawa ini adalah Putri Isabella. Semua orang disana tidak percaya dengan apa yang dikatakan Pangeran William. Pangeran berkata,"Putri Marina lah dalang dari semua ini.". Semua orang tetap tidak percaya dan Putri Marina mulai ketakutan. Pangeran William pun membuktikannya dengan cara mencium sang nenek. Dan secara langsung nenek itu berubah menjadi Putri Isabella. Sang Raja pun memerintahkan pengawal untuk mengusir Putri Marina. Putri Marina pun diusir dan hidup miskin. Sementara itu, Pangeran William dan Putri Isabella menikah dan menjadi dinobatkan sebagai pewaris tahta kerajaannya. Putri Vina pun menerima bila ia hanya menjadi seorang putri demi adik tersayangnya. Raja William dan Ratu Isabella pun hidup bahagia selamanya.

SELESAI.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar